kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

IMF : China harus reformasi ekonomi dan yuan


Senin, 19 Maret 2012 / 10:34 WIB
Tri Wahyuni dan Singgih Kartono, founder sepeda bambu Spedagi.


Reporter: Dyah Megasari,

BEIJING. Menjadi negara dengan ekonomi besar membuat China terus menjadi sorotan dunia. Ada beberapa kebijakan ekonomi China yang dianggap menjadi perhatian serius. Salah satunya adalah sektor perdagangan. International Monetary Fund (IMF) mengingatkan agar Beijing tak terlalu menggantungkan diri pada pasar ekspor dan investasi.

"China harus menghentikan itu. Yuan bisa menjadi mata uang cadangan global jika China berorientasi pada perubahan pasar," tandas Kedua IMF, Christine Lagarde (19/3).

Berbicara di hadapan para petinggi Beijing, Lagarde mengutarakan bahwa perekonomian global memberikan pertanda stabil. Ia berharap, sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, China tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan global.

IMF juga berpendapat bahwa China harus melakukan reformasi keuangan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan memastikan pertumbuhan itu bermanfaat bagi orang lebih banyak. Sebab hal ini akan mendukung ambisi China menjadikan renminbi sebagai cadangan devisa global.

Menurut Lagarde, yang dibutuhkan negara ini adalah nilai tukar yang lebih kuat dan fleksibel, lebih efektif, peningkatan manajemen likuiditas moneter dengan pengawasan dan peraturan yang lebih ketat.

"Jika semua itu terjadi, tidak ada alasan yang menghalangi renminbi mencapai status mata uang cadangan global atau menempati posisi setara dengan status ekonomi China," terang Lagarde.

IMF dan negara lain seperti AS menganggap mata uang yuan yang undervalued dan memberikan keuntungan yang tidak adil bagi para eksportir.

Lagarde melakukan kunjungan ke China dan India yang dimulai akhir pekan lalu.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×