kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   10,00   0,06%
  • IDX 5.910   26,16   0,44%
  • KOMPAS100 767   3,33   0,44%
  • LQ45 581   2,89   0,50%
  • ISSI 204   0,12   0,06%
  • IDX30 329   1,98   0,61%
  • IDXHIDIV20 404   2,33   0,58%
  • IDX80 87   0,41   0,48%
  • IDXV30 110   0,79   0,73%
  • IDXQ30 106   0,56   0,53%

IMF : Hong Kong harus berdiri di belakang perbankan


Jumat, 09 Desember 2011 / 13:08 WIB
ILUSTRASI. Petugas Basarnas mengumpulkan serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di posko pencarian, Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

HONG KONG. International Monetary Fund (IMF) melontarkan saran pada pemerintah Hong Kong agar berdiri di belakang beberapa perbankan. Sebab, potensi melambatnya perekonomian dunia bisa memicu penarikan dana besar-besaran oleh para deposan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua IMF wilayah China, Kapur Nigel.

Ia melihat, dalam sebuah skenario yang buruk, pemerintah harus menjamin simpanan dalam sistem perbankan seperti yang mereka lakukan pada tahun 2008 saat Lehman Brothers bangkrut. "Dana itu sangat dibutuhkan saat probabilitas sangat rendah," ulasnya.

IMF memandang, Hong Kong harus siap memberikan stimulus fiskal dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut mencakup pemotongan pajak, subsidi bagi kaum miskin dan melakukan pengkajian ulang kebijakan properti.

Resesi menyebabkan potensi ekspor melempem. Situasi yang tak baik ini dapat dengan mudah mendorong Hong Kong dalam resesi lagi. "Mereka harus bisa menjaga mesiu agar tetap kering dan siap digunakan saat perbankan membutuhkan dana cepat," saran Kapur.




TERBARU

[X]
×