kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

IMF: Pandemi Tidak Akan Mengganggu Ekonomi Jepang Terlalu Lama


Jumat, 28 Januari 2022 / 13:46 WIB
ILUSTRASI. Distrik perbelanjaan dan hiburan Shinsekai, di tengah wabah penyakit Covid-19, di Osaka, Jepang 12 Januari 2021.


Sumber: Kyodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Sayangnya, paket fiskal dan penurunan output yang tajam selama pandemi membuat rasio utang terhadap PDB Jepang meningkat, dari 236% pada 2019 menjadi 259% pada 2021.

IMF menyebut risiko keberlanjutan utang akan meningkat karena tren demografi akan membebani. Dalam jangka panjang, kemungkinan menyusutnya angkatan kerja dan pertumbuhan produktivitas yang rendah adalah dua tantangan utama yang dihadapi ekonomi Jepang.

Agar pendapatan bisa meningkat, IMF menyarankan Jepang untuk menaikkan tarif pajak konsumsi yang saat ini ada di angka 10%. Namun, IMF tidak memberikan angka yang pasti. Jepang juga bisa menggenjot pajak properti melalui penghapusan perlakuan istimewa atas tanah tempat tinggal.




TERBARU

[X]
×