kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

IMF Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Global di Kisaran 3% dalam 5 Tahun ke Depan


Selasa, 11 April 2023 / 13:41 WIB
ILUSTRASI. International Monetary Fund Managing Director Kristalina Georgieva attends a working session on energy and food security during the G20 Summit in Nusa Dua on the Indonesian resort island of Bali on November 15, 2022. BAY ISMOYO/Pool via REUTERS


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2023 berada di bawah 3% dan diperkirakan akan tetap di kisaran 3% untuk lima tahun ke depan. 

Proyeksi pertumbuhan ekonomi di bawah 3% pada tahun ini kemungkinan akan menjadi pertumbuhan ekonomi terendah sejak 1990 yang rata-rata angkanya sebesar 3,8%.

Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyampaikan pertumbuhan ekonomi global yang melambat pada tahun ini cenderung dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di sejumlah negara besar dunia.

Baca Juga: Hadapi Sunset Industry, Pengamat: Revisi UU Migas Harus Segera Diselesaikan

"Sebab, 90% aktivitas ekonomi negara maju, seperti Amerika Serikat dan kawasan Eropa, akan mengalami pertumbuhan yang melambat. Selain itu, suku bunga yang tinggi akan mengurangi konsumsi masyarakat," ucap dia dalam konferensi pers, Kamis (6/4).

Kristalina juga memperkirakan sejumlah negara berkembang di Asia, seperti India dan China, akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. 

Dia bahkan tak ragu menyatakan India dan China berpotensi memberikan kontribusi setengahnya dari pertumbuhan global pada 2023.

Pada kesempatan terpisah, Kristalina kembali menerangkan pentingnya dunia untuk mengantisipasi melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Menurut dia, negara yang tergolong miskin akan merasakan dampak yang sangat besar dari fenomena tersebut.

Baca Juga: Ekonom: Perlu Upaya Ekstra untuk Capai Target Investasi 2024

"Pasar negara berkembang memang lebih baik. Lain halnya dengan pasar perbatasan di negara-negara miskin, yaitu masa depannya tidak begitu cerah. Dalam hal pertumbuhan per kapita, negara-negara miskin akan tetap di bawah pendapatan per kapita pertumbuhan di negara-negara berpenghasilan menengah, itu sangat berbahaya," ujarnya dalam talkshow IMF, Senin (10/4).

Oleh karena itu, Kristalina menyampaikan perlu adanya antisipasi yang optimal guna meredam kejutan yang berkaitan dengan krisis global ke depannya. Dia juga menerangkan perlu adanya rencana jangka panjang dari setiap negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×