Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Sentimen konsumen Amerika Serikat (AS) membaik pada awal Januari. Indeks sentimen konsumen yang dirilis University of Michigan, Jumat (9/1/2026), menunjukkan, sentimen konsumen di Januari ada di level 54,0.
Posisi tersebut meningkat dari akhir Desember yang ada di posisi 52,9. Realisasi di Januari tersebut juga lebih baik daripada konsensus proyeksi analis di 53,5.
Akan tetapi, indeks sentimen konsumen di Januari 2026 ini lebih rendah sekitar 24,7% dibandingkan posisi di periode yang sama setahun sebelumnya. Di 2025, indeks berada di level 71,7.
Baca Juga: Raksasa Ritel Barang Mewah Saks Global di Ambang Kebangkrutan
Indeks kondisi ekonomi saat ini berada di level 52,4, membaik dari 50,4 di Desember 2025. Tapi nilai tersebut turun dari level 75,1 di Januari 2025.
Sementara indeks ekspektasi konsumen di Januari tahun ini ada di 55,0, turun dari 69,5 setahun sebelumnya. Sementara di Desember 2025, angkanya sebesar 54,6.
"Meskipun kekhawatiran konsumen tentang tarif tampaknya secara bertahap mereda, mereka tetap waspada terhadap kekuatan keseluruhan kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja," kata Joanne Hsu, Direktur Survey Research Center Institute for Social Research University of Michigan, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Pasar Tenaga Kerja AS Lesu, Di Desember Cuma Tercipta 50.000 Lowongan
Hsu menyebut, konsumen masih terus berfokus pada masalah-masalah rumah tangga. Di antaranya harga barang yang tinggi dan melemahnya pasar tenaga kerja.
Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan, Jumat (9/1/2026), jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian atawa non-farm payroll (NFP) AS meningkat sebesar 50.000 pekerjaan bulan lalu. Di bulan sebelumnya, NFP meningkat sebesar 56.000.
Realisasi NFP di Desember tersebut jauh lebih buruk dari konsensus proyeksi para ekonom, yang memprediksi jumlah pekerjaan di sektor swasta di luar sektor pertanian akan meningkat 66.000 di akhir tahun 2025.
Baca Juga: Rial Anjlok, Internet Mati: Bagaimana Warga Iran Selamatkan Kekayaan dengan Kripto?
Lambatnya penyerapan tenaga kerja ini terjadi di tengah kehati-hatian pebisnis melakukan perekrutan. Laporan ketenagakerjaan tersebut menunjukkan, pasar tenaga kerja tetap terjebak dalam apa yang disebut oleh para ekonom dan pembuat kebijakan sebagai mode "tidak merekrut, tidak memecat".
Laporan tersebut juga mengkonfirmasi ekonomi berada dalam ekspansi tanpa penciptaan lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas pekerja melonjak pada kuartal ketiga, sebagian disebabkan oleh booming belanja untuk akal imitasi (AI).
Kabar baiknya, tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% dari 4,5% di November. Tapi, tingkat pengangguran November direvisi turun menjadi 4,5% dari yang dilaporkan sebelumnya sebesar 4,6%.
Ukuran ekspektasi konsumen terhadap inflasi selama tahun depan tidak berubah pada 4,2% bulan ini. Ekspektasi konsumen terhadap inflasi selama lima tahun ke depan meningkat menjadi 3,4% dari 3,2% bulan lalu.













