kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.902   27,00   0,16%
  • IDX 7.406   -34,57   -0,46%
  • KOMPAS100 1.030   -7,14   -0,69%
  • LQ45 754   -6,15   -0,81%
  • ISSI 261   -1,31   -0,50%
  • IDX30 399   -2,40   -0,60%
  • IDXHIDIV20 492   -3,52   -0,71%
  • IDX80 116   -0,93   -0,80%
  • IDXV30 133   -1,37   -1,02%
  • IDXQ30 129   -0,55   -0,43%

Chevron dan Shell Mendekati Kesepakatan Jumbo Produksi Minyak di Venezuela


Rabu, 11 Maret 2026 / 13:07 WIB
Chevron dan Shell Mendekati Kesepakatan Jumbo Produksi Minyak di Venezuela
ILUSTRASI. Chevron dan Shell segera tingkatkan produksi di Venezuela. Kesepakatan US$100 miliar ini bisa ubah industri minyak global (Reuters/Jorge Silva)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - HOUSTON/CARACAS. Perusahaan minyak internasional besar, Chevron dan Shell, tengah mendekati kesepakatan besar pertama mereka untuk produksi minyak di Venezuela sejak penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat pada Januari lalu, menurut lima sumber yang dekat dengan negosiasi yang dikutip Reuters.

Kesepakatan ini memungkinkan kedua perusahaan meningkatkan produksi di wilayah minyak strategis di Venezuela, yang merupakan langkah paling signifikan sejauh ini dalam rencana senilai US$100 miliar yang diungkap Presiden Donald Trump untuk membangun kembali industri minyak Venezuela setelah puluhan tahun salah kelola dan kurangnya investasi di bawah Maduro maupun pendahulunya, Hugo Chávez.

Pada akhir Januari, Majelis Nasional Venezuela menyetujui reformasi besar terhadap undang-undang minyak utama negara tersebut. Reformasi ini memberi perusahaan asing otonomi untuk mengoperasikan, mengekspor, dan menjual minyak Venezuela meski mereka hanya menjadi mitra minoritas perusahaan minyak negara, PDVSA.

Chevron dan Perluasan Proyek Petropiar

Chevron dan otoritas energi Venezuela telah menyepakati persyaratan awal untuk memperluas proyek minyak terbesar Chevron, Petropiar, di wilayah Orinoco Belt, menurut dua sumber. Kesepakatan ini memberi Chevron hak produksi di wilayah Ayacucho 8, di selatan proyek Petropiar, yang memiliki cadangan minyak terbukti.

Baca Juga: Harga Minyak Turun, IEA Usulkan Pelepasan Cadangan Terbesar Hadapi Konflik Timteng

Langkah ini memungkinkan Chevron meningkatkan produksi minyak ekstra berat yang diekspor. Chevron berupaya memperoleh tarif royalti yang lebih rendah untuk area baru ini, serta insentif pajak dan perdagangan lainnya yang diatur dalam legislasi baru untuk pengembangan area minyak dan gas hijau (greenfield).

Meskipun PDVSA telah melakukan eksplorasi di Ayacucho sekitar dua dekade lalu, wilayah tersebut tetap sebagian besar belum dikembangkan.

Dengan memperluas sistem produksi klaster sumur dari Petropiar ke Ayacucho 8, Chevron dapat meningkatkan output secara relatif cepat. Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi wilayah produksi minyak kelima Chevron di Venezuela dan menjadikannya produsen swasta terbesar di Orinoco, yang menyimpan lebih dari tiga perempat cadangan minyak negara.

Sebelumnya, perusahaan AS lain, ConocoPhillips, merupakan produsen asing utama di wilayah ini sebelum meninggalkan Venezuela dua dekade lalu akibat nasionalisasi besar-besaran.

Data PDVSA menunjukkan Chevron dan PDVSA memproduksi sekitar 90.000 barel per hari (bph) minyak Hamaca yang ditingkatkan dan 20.000 bph vacuum gasoil di Petropiar bulan lalu. Produksi minyak total Venezuela berada di kisaran 1,05 juta bph.

Kemajuan Shell dalam Minyak dan Gas

Shell menandatangani kesepakatan awal minyak dan gas dengan pemerintah Venezuela pekan lalu saat Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum berada di Caracas. Detail kesepakatan dan lapangan yang terlibat tidak dipublikasikan pemerintah Venezuela.

Namun, dokumen ringkasan resmi menunjukkan Shell berencana mengembangkan lapangan Carito dan Pirital di wilayah Monagas Utara, timur Venezuela. Wilayah ini menjadi salah satu dari sedikit yang memproduksi minyak ringan, menengah, dan gas alam, yang penting untuk proses pencampuran (blending) demi memudahkan ekspor minyak berat Venezuela.

Shell mengonfirmasi melalui email bahwa mereka menandatangani sejumlah kesepakatan dengan pemerintah, perusahaan rekayasa Vepica dan KBR, serta perusahaan jasa minyak Baker Hughes, untuk mengembangkan peluang di Venezuela, termasuk gas lepas pantai, minyak dan gas darat, eksplorasi, konten lokal, serta pengembangan tenaga kerja.

Baca Juga: Sekitar 150 Prajurit AS Terluka dalam 10 Hari Perang dengan Iran

Monagas Utara juga strategis untuk fokus Shell pada gas alam karena dekat dengan infrastruktur gas darat dan wilayah dengan pembakaran gas (gas flaring) tertinggi di Venezuela.

Area Punta de Mata, termasuk Pirital, Carito, dan lapangan El Furrial, memproduksi sekitar 94.000 bph minyak dan 1,03 miliar kaki kubik per hari gas, dengan sekitar 350 juta kaki kubik per hari dibakar.

Proyek Lain dan Pengawasan Pemerintah

PDVSA dan kementerian minyak sedang berdiskusi dengan sekitar selusin mitra usaha patungan untuk memperluas operasi ke lapangan tetangga atau blok hijau yang membutuhkan pengembangan infrastruktur. Perusahaan seperti Repsol dan M&P juga mencari peluang memperluas proyek mereka untuk meningkatkan produksi minyak dan gas.

Chevron dan pemerintah Venezuela juga sedang menegosiasikan pengembalian dua wilayah gas lepas pantai yang belum dimanfaatkan di proyek Plataforma Deltana, perbatasan maritim dengan Trinidad dan Tobago, yang bisa dibuka kembali untuk investasi swasta.

Pemerintah Venezuela sejak Februari melakukan review semua proyek minyak dan gas, mulai dari kontrak bagi hasil yang ditandatangani pemerintahan Maduro hingga joint venture dengan mitra besar.

Beberapa proyek yang tidak aktif atau tidak memenuhi target investasi bisa dicabut kontraknya. Pemerintah AS juga meninjau kredensial perusahaan dan kepatuhan sanksi sebelum memberikan izin bagi mitra baru atau yang sudah ada.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×