kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.894   19,00   0,11%
  • IDX 7.394   -46,49   -0,62%
  • KOMPAS100 1.028   -9,53   -0,92%
  • LQ45 753   -7,25   -0,95%
  • ISSI 261   -1,90   -0,72%
  • IDX30 398   -3,00   -0,75%
  • IDXHIDIV20 491   -3,69   -0,74%
  • IDX80 115   -1,14   -0,98%
  • IDXV30 133   -1,43   -1,06%
  • IDXQ30 129   -0,61   -0,47%

Sekitar 150 Prajurit AS Terluka dalam 10 Hari Perang dengan Iran


Rabu, 11 Maret 2026 / 12:47 WIB
Sekitar 150 Prajurit AS Terluka dalam 10 Hari Perang dengan Iran
ILUSTRASI. Lebih dari 140 tentara AS terluka di konflik Iran sejak 28 Februari. Pentagon jelaskan kondisi dan upaya penanganan cedera. (Dok./Scott Nelson/Getty Images)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Sekitar 150 prajurit Amerika Serikat dilaporkan mengalami luka-luka dalam 10 hari pertama konflik militer dengan Iran, menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini, yang diwawancarai oleh Reuters pada Selasa.

Angka korban ini sebelumnya belum pernah diungkapkan secara publik. Sebelum publikasi Reuters, Pentagon hanya mengonfirmasi delapan personel AS mengalami luka serius.

Dalam pernyataan setelah laporan Reuters diterbitkan, Pentagon memperkirakan jumlah korban luka mencapai sekitar 140 orang, dengan sebagian besar luka bersifat ringan.

“Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 140 anggota militer AS telah terluka selama 10 hari serangan yang berkelanjutan,” ujar juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell.

Dari jumlah tersebut, 108 personel yang terluka telah kembali bertugas. Parnell menambahkan, delapan personel yang mengalami luka serius saat ini menerima perawatan medis tingkat tertinggi.

Baca Juga: Penawaran IPO Paypay Milik SofBank di AS Diperkirakan Dipatok di Bawah Harga

Hingga saat ini, Reuters belum dapat memastikan jenis luka yang dialami, termasuk apakah terdapat cedera otak traumatis, yang sering terjadi akibat ledakan.

Sejak awal konflik pada 28 Februari, Iran telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS. Selain itu, serangan juga menyasar misi diplomatik di negara-negara Teluk Arab, hotel, bandara, serta infrastruktur minyak.

Pentagon mencatat jumlah serangan Iran menurun secara signifikan sejak awal perang, seiring upaya militer AS menarget persediaan senjata Iran dan jumlah peluncur misil Iran yang terbatas.

Menanggapi pertanyaan apakah Iran merupakan lawan yang lebih kuat dari perkiraan saat militer AS menyusun rencana perang, Jenderal Dan Caine, Ketua Staf Gabungan, menyatakan bahwa pertempuran tidak lebih sulit dari yang diperkirakan.

“Saya menghormati cara mereka bertempur, tetapi saya tidak berpikir mereka lebih tangguh daripada yang kami perkirakan,” ujar Caine dalam briefing Pentagon, Selasa.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×