CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

India Bakal Diversifikasi Pasokan Energi, Usai Kesepakatan Terkait Impor Minyak Rusia


Rabu, 04 Februari 2026 / 15:36 WIB
India Bakal Diversifikasi Pasokan Energi, Usai Kesepakatan Terkait Impor Minyak Rusia
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan India mengisyaratkan perubahan besar sumber energi setelah AS umumkan India sepakat untuk pangkas impor minyak dari Rusia


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India akan melakukan diversifikasi sumber energi sebagai strategi di tengah perubahan situasi global dan memastikan keamanan energi bagi warganya, kata Menteri Perdagangan Piyush Goyal pada hari Rabu (4/2/2026), beberapa hari setelah AS mengatakan New Delhi akan menghentikan pembelian minyak Rusia.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (2/2/2026) mengumumkan kesepakatan perdagangan baru dengan India, dengan memangkas tarif barang-barang India dari 50% menjadi 18% sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh India dan penurunan hambatan perdagangan.

Trump mengatakan, India akan membeli minyak dari AS dan berpotensi dari Venezuela. Namun, Kremlin pada hari Selasa (3/2/2026) mengatakan bahwa mereka belum mendengar pernyataan apa pun dari India tentang penghentian pembelian minyak Rusia.

Baca Juga: Harga Minyak Lanjutkan Kenaikan Rabu (4/2) Sore, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Dalam pernyataan pertamanya kepada parlemen tentang kesepakatan perdagangan tersebut, Goyal tidak menyebutkan tentang pengalihan pembelian energi dari negara mana pun.

Perusahaan penyulingan minyak India belum "diperintahkan oleh pemerintah untuk berhenti membeli minyak Rusia dan akan membutuhkan periode penghentian bertahap untuk menyelesaikan pembelian yang sudah berjalan," Reuters melaporkan.

Dalam kesepakatan dengan AS, India telah "berhasil melindungi sektor-sektor sensitif seperti pertanian dan peternakan," tambah Goyal.

Para anggota parlemen dari partai oposisi utama India, Kongres, mempertanyakan kurangnya detail dalam kesepakatan tersebut dan meminta klarifikasi tentang sejauh mana akses pertanian yang ditawarkan kepada Washington. 


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×