Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India akan melakukan diversifikasi sumber energi sebagai strategi di tengah perubahan situasi global dan memastikan keamanan energi bagi warganya, kata Menteri Perdagangan Piyush Goyal pada hari Rabu (4/2/2026), beberapa hari setelah AS mengatakan New Delhi akan menghentikan pembelian minyak Rusia.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (2/2/2026) mengumumkan kesepakatan perdagangan baru dengan India, dengan memangkas tarif barang-barang India dari 50% menjadi 18% sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh India dan penurunan hambatan perdagangan.
Trump mengatakan, India akan membeli minyak dari AS dan berpotensi dari Venezuela. Namun, Kremlin pada hari Selasa (3/2/2026) mengatakan bahwa mereka belum mendengar pernyataan apa pun dari India tentang penghentian pembelian minyak Rusia.
Baca Juga: Harga Minyak Lanjutkan Kenaikan Rabu (4/2) Sore, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Dalam pernyataan pertamanya kepada parlemen tentang kesepakatan perdagangan tersebut, Goyal tidak menyebutkan tentang pengalihan pembelian energi dari negara mana pun.
Perusahaan penyulingan minyak India belum "diperintahkan oleh pemerintah untuk berhenti membeli minyak Rusia dan akan membutuhkan periode penghentian bertahap untuk menyelesaikan pembelian yang sudah berjalan," Reuters melaporkan.
Dalam kesepakatan dengan AS, India telah "berhasil melindungi sektor-sektor sensitif seperti pertanian dan peternakan," tambah Goyal.
Para anggota parlemen dari partai oposisi utama India, Kongres, mempertanyakan kurangnya detail dalam kesepakatan tersebut dan meminta klarifikasi tentang sejauh mana akses pertanian yang ditawarkan kepada Washington.













