kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.980   -33,00   -0,18%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

India Izinkan Empat Perusahaan Peralatan Listrik China Ikut Tender Proyek Pemerintah


Jumat, 03 Juli 2026 / 11:55 WIB
Diperbarui Jumat, 03 Juli 2026 / 11:56 WIB
India Izinkan Empat Perusahaan Peralatan Listrik China Ikut Tender Proyek Pemerintah
ILUSTRASI. India mengizinkan empat produsen peralatan listrik China untuk berpartisipasi dalam tender pemerintah untuk proyek-proyek listrik penting. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India mengizinkan empat produsen peralatan listrik China dengan pabrik di negara tersebut untuk berpartisipasi dalam tender pemerintah untuk proyek-proyek listrik penting, menurut sebuah perintah pemerintah.

Berdasarkan perintah dari Kementerian Keuangan India tertanggal 24 Juni dan ditinjau oleh Reuters Jumat (3/7/2026), TBEA Energy, Nanjing Electric India, New Northeast Electric India, dan Taikai Electric (India) akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam tender tersebut.

Pada Januari lalu, Kementerian Energi India telah meminta pengecualian untuk entitas dengan unit manufaktur di India yang terlibat dalam proyek-proyek energi penting, demikian menurut dokumen tersebut.

Baca Juga: Prediksi Argentina vs Cabo Verde: Lionel Messi Siap Amankan Tiket 16 Besar

Reuters melaporkan pada bulan Januari bahwa India sedang mempertimbangkan pelonggaran yang lebih luas terhadap penawar Tiongkok untuk kontrak pemerintah seiring meredanya ketegangan perbatasan.

Sejak bentrokan perbatasan tahun 2020, New Delhi telah mewajibkan penawar China untuk mendaftar ke panel pemerintah dan mendapatkan izin politik dan keamanan sebelum bersaing untuk kontrak negara mana pun.

Pengecualian ini muncul ketika India mempercepat perluasan jaringan transmisinya untuk mendukung peningkatan permintaan listrik dan penambahan energi terbarukan.

Baca Juga: Menteri keuangan Jepang Siap Mengatasi Volatilitas Yen, Hubungi Otoritas AS

Perintah tersebut menyatakan bahwa pengecualian tersebut akan berlaku selama dua tahun sejak tanggal penerbitan dan tidak boleh dianggap sebagai preseden bagi perusahaan lain.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×