kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

India ke China: Hubungan hanya akan berkembang jika tarik pasukan dari perbatasan


Sabtu, 18 September 2021 / 09:03 WIB
ILUSTRASI. Sebuah papan nama terlihat dari sisi India perbatasan India-China di Bumla, Negara Bagian Arunachal Pradesh, India, 11 November 2009. REUTERS/Adnan Abidi.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Sebagai dua negara berkembang utama, China dan India harus mendorong hubungan bilateral kembali ke jalur yang sehat dan stabil, Kementerian Luar Negeri China mengatakan, mengutip pernyataan Wang.

China dan India berperang di perbatasan mereka pada tahun 1962 dan tidak pernah menyelesaikan perselisihan tersebut. Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir, hubungan perdagangan kedua negara telah berkembang.

Jaishankar mengungkapkan, dia juga membahas peristiwa global baru-baru ini dengan Wang. Dia tidak memberikan perincian.

Sementara hubungan dekat militer China dengan musuh bebuyutan India, Pakistan, telah menjadi sumber ketegangan, Jaishankar menegaskan, hubungan India-China harus dilihat secara bilateral.

"Penting juga bahwa China tidak melihat hubungannya dengan India melalui kacamata negara ketiga," katanya kepada Wang.

Kedua pejabat tinggi berada di Dushanbe untuk pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai. Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Narendra Modi akan berbicara pada pertemuan itu melalui tautan video pada Jumat (17/9).

Selanjutnya: Konfirmasi pertama, 4 tentara China tewas dalam bentrokan dengan pasukan India




TERBARU

[X]
×