kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.840   38,00   0,23%
  • IDX 8.267   -24,02   -0,29%
  • KOMPAS100 1.169   -3,14   -0,27%
  • LQ45 839   -3,29   -0,39%
  • ISSI 296   -0,19   -0,06%
  • IDX30 435   -0,54   -0,12%
  • IDXHIDIV20 521   0,31   0,06%
  • IDX80 130   -0,38   -0,29%
  • IDXV30 143   0,86   0,61%
  • IDXQ30 141   -0,27   -0,19%

India ratakan grafik corona, seperlima distrik tidak mencatat kasus baru


Kamis, 28 Januari 2021 / 20:06 WIB
India ratakan grafik corona, seperlima distrik tidak mencatat kasus baru
ILUSTRASI. Seorang Sadhu atau orang suci Hindu bereaksi saat petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) mengumpulkan sampel usap, di tengah pandemi virus corona, di Kolkata, India, 8 Januari 2021.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

India hingga Kamis (28/1) melaporkan 10,7 juta kasus dan 153.847 kematian, salah satu tingkat kematian terendah di dunia akibat Covid-19. Sebagian dikaitkan dengan populasi yang lebih muda.

Hanya, Thyrocare Technologies Ltd, satu dari tiga rantai diagnostik teratas India, mengatakan kepada Reuters, tes antibodi pada lebih dari 700.000 orang menunjukkan, 55% populasi negara itu mungkin telah terinfeksi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di India setidaknya 60% hingga 70% populasi perlu memiliki kekebalan untuk memutus rantai penularan virus corona.

Seorang pejabat tinggi vaksin India mengatakan kepada Reuters, dia tidak berpikir India akan mencapai level itu. Tetapi, bahkan persentase yang lebih kecil bisa membantu memperlambat penyebaran virus.

“Sebagian besar kabupaten dan kota berpenduduk padat kami telah mengalami pandemi sekarang, dan mungkin memiliki apa yang Anda sebut kekebalan kawanan, sampai batas tertentu,” kata Vinod Kumar Paul, yang mengepalai Komite Strategi Vaksin India.

Selanjutnya: Terbaik mengatasi pandemi virus corona: Selandia Baru nomor 1, Indonesia peringkat 85




TERBARU

[X]
×