kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Indonesia Bertahan di Emerging Market, MSCI Beri Tenggat hingga November 2026


Rabu, 24 Juni 2026 / 04:20 WIB
Indonesia Bertahan di Emerging Market, MSCI Beri Tenggat hingga November 2026
ILUSTRASI. menyatakan memperpanjang evaluasi terhadap status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) hingga November 2026. (SOPA Images/via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Penyedia indeks global MSCI pada Selasa (24/6/2026) menyatakan memperpanjang evaluasi terhadap status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) hingga November 2026. MSCI juga menyebut dapat mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk reklasifikasi menjadi pasar frontier (frontier market), apabila kemajuan yang memadai belum terlihat pada saat evaluasi berikutnya.

Melansir Reuters, MSCI menyoroti kekhawatiran investor institusi internasional terkait masih kurang transparannya struktur kepemilikan saham serta dugaan praktik perdagangan terkoordinasi (coordinated trading) di pasar modal Indonesia.

Menurut MSCI, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan aspek arus informasi (information flow) dan infrastruktur pasar (market infrastructure) dalam kerangka penilaian aksesibilitas pasar (Market Accessibility Framework) yang digunakan lembaga tersebut.

Baca Juga: Sentimen MSCI Tekan Pasar Finansial Domestik: Rupiah Loyo dan IHSG Merosot

MSCI menyatakan para pelaku pasar telah menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait kelayakan investasi (investability) akibat masalah-masalah tersebut.

Di sisi lain, MSCI mengakui adanya sejumlah reformasi transparansi yang baru-baru ini diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tonton: Rupiah Tertekan Lagi? MSCI Soroti Pasar RI, Dolar AS Makin Kuat, Kurs Bisa Sentuh Rp 18.000!

Aset-aset Indonesia berada di bawah tekanan sejak Januari lalu, ketika MSCI membekukan penambahan saham Indonesia ke dalam indeksnya dan mengisyaratkan kemungkinan penurunan status ke pasar frontier. Saat itu, MSCI menyoroti masalah kepemilikan saham yang kurang transparan, visibilitas free float yang lemah, serta data perdagangan yang dinilai kurang andal.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×