kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Inflasi China melambat


Senin, 11 Mei 2015 / 07:56 WIB
Inflasi China melambat
ILUSTRASI. Kumpulan ucapan selamat Hari Dongeng Nasional 2023.


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

BEIJING. Biro Statistik China mengumumkan besaran inflasi pada April 2015 naik 1,5% dari awal tahun. Inflasi ini masih lebih rendah jika dibandingkan rata-rata estimasi para analis yang disurvei Bloomberg, yang memprediksi inflasi di level 1,6%.

Pada akhir pekan lalu, Biro Statistik China juga mengumumkan, producer prices index atawa indeks harga produsen turun 4,6%. Ini mempertegas tren kelanjutan penurunan indeks harga produsen.

Asal tahu saja, demi menggenjot perekonomian, Bank Sentral China telah dua kali memangkas suku bunga dan deposit reserve ratio dalam enam bulan terakhir. Kepala Bank Sentral China, Zhou Xiaochuan telah menyatakan risiko deflasi, seiring data ekonomi China kuartal I-2015 yang berada di posisi terendah sejak tahun 2009.

Liu Li Gang, Kepala Ekonom ANZ Banking Group bilang, China harus kembali menurunkan bunga. "Paling tidak bulan ini (Mei)," ucap Li Gang kepada Bloomberg, Sabtu (9/5).




TERBARU

[X]
×