kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Inflasi China melambat


Senin, 11 Mei 2015 / 07:56 WIB
Inflasi China melambat
ILUSTRASI. Kumpulan ucapan selamat Hari Dongeng Nasional 2023.


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

BEIJING. Biro Statistik China mengumumkan besaran inflasi pada April 2015 naik 1,5% dari awal tahun. Inflasi ini masih lebih rendah jika dibandingkan rata-rata estimasi para analis yang disurvei Bloomberg, yang memprediksi inflasi di level 1,6%.

Pada akhir pekan lalu, Biro Statistik China juga mengumumkan, producer prices index atawa indeks harga produsen turun 4,6%. Ini mempertegas tren kelanjutan penurunan indeks harga produsen.

Asal tahu saja, demi menggenjot perekonomian, Bank Sentral China telah dua kali memangkas suku bunga dan deposit reserve ratio dalam enam bulan terakhir. Kepala Bank Sentral China, Zhou Xiaochuan telah menyatakan risiko deflasi, seiring data ekonomi China kuartal I-2015 yang berada di posisi terendah sejak tahun 2009.

Liu Li Gang, Kepala Ekonom ANZ Banking Group bilang, China harus kembali menurunkan bunga. "Paling tidak bulan ini (Mei)," ucap Li Gang kepada Bloomberg, Sabtu (9/5).




TERBARU

[X]
×