Inflasi Filipina Dekati Level Tertinggi 4 Tahun, Perkuat Prospek Kenaikan Suku Bunga

Selasa, 05 Juli 2022 | 10:12 WIB Sumber: Reuters
Inflasi Filipina Dekati Level Tertinggi 4 Tahun, Perkuat Prospek Kenaikan Suku Bunga

ILUSTRASI. Mata uang Peso Filipina yang diperdagangkan mendekati level terendah 17 tahun terhadap dolar AS


KONTAN.CO.ID - MANILA. Angka inflasi Filipina melonjak ke level tertinggi hampir empat tahun pada Juni 2022. Kian memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan meningkatkan prospek bank sentral bertindak lebih agresif untuk meredam tekanan harga.

Indeks harga konsumen naik 6,1% pada bulan Juni dari satu tahun, menandai inflasi bulan ketiga berturut-turut berada di atas kisaran target resmi 2% -4%. Laju inflasi terutama didorong oleh biaya transportasi dan utilitas yang lebih tinggi, serta harga makanan, statistik.

Otoritas Statistik Filipina belum merilis angka inflasi inti sejak beralih ke tahun dasar 2018 yang baru dalam menentukan perubahan harga konsumen.

Angka utama melampaui perkiraan median 5,9% dalam jajak pendapat Reuters, tetapi berada dalam kisaran 5,7%-6,5% yang diproyeksikan oleh bank sentral untuk bulan tersebut.

Inflasi pada semester pertama tahun ini rata-rata 4,4%.

Baca Juga: Tata Motors Targetkan Penjualan 50.000 Kendaraan Listrik di Tahun Fiskal 2022-2023

Pekan lalu, Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) Felipe Medalla mengatakan, bank sentral dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih besar untuk mendukung peso Filipina yang lemah dan menahan inflasi. Meskipun tidak akan diwajibkan untuk menyamai pengetatan kebijakan Federal Reserve AS,

Berbicara menjelang data inflasi Juni, Robert Dan Roces, seorang ekonom di Security Bank di Manila, mengatakan, Dewan Moneter BSP "mungkin mempertimbangkan kenaikan suku bunga kebijakan 50 basis poin satu kali, preemptive ketika bertemu pada 18 Agustus jika inflasi naik.."

BSP telah memperketat kebijakan moneternya untuk mengekang tekanan inflasi dengan kenaikan suku bunga back-to-back sebesar 25 basis poin pada bulan Mei dan Juni.

Peso yang melemah juga dapat membantu mendorong inflasi, sementara juga membatasi daya beli konsumen.

Kesenjangan yang menyempit antara suku bunga Filipina dan AS telah membebani peso, yang diperdagangkan mendekati level terendah 17 tahun terhadap dolar AS.

Editor: Yudho Winarto

Terbaru