kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.750   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Inflasi Inti Tokyo Capai 1,8% pada Agustus 2026, Mendekati Target BOJ


Jumat, 28 Agustus 2026 / 07:09 WIB
Inflasi Inti Tokyo Capai 1,8% pada Agustus 2026, Mendekati Target BOJ
ILUSTRASI. Indeks Harga Konsumen (IHK) inti Tokyo bulan Agustus naik 1,8% secara tahunan (y/y) dibandingkan perkiraan kenaikan 1,7% (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga konsumen inti di Tokyo naik 1,8% pada bulan Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, bergerak naik mendekati target bank sentral yang sebesar 2%.

Berdasarkan data yang dirilis Jumat (28/8/2026), kenaikan inflasi inti Tokyo ini menjadi tanda meluasnya tekanan harga akibat konflik di Timur Tengah.

Kenaikan indeks harga konsumen (IHK) inti Tokyo, yang tidak mencakup biaya bahan makanan segar yang fluktuatif ini, melampaui perkiraan median pasar yang memprediksi kenaikan 1,7%. Angka ini menyusul kenaikan 1,7% pada bulan Juli 2026.

Indeks yang tidak memperhitungkan dampak bahan makanan segar dan bahan bakar—yang dipantau ketat oleh Bank of Japan (BOJ) sebagai tolok ukur tren inflasi yang lebih akurat—naik 2,0% pada bulan Agustus setelah mencatat kenaikan 1,8% pada bulan Juli.

Baca Juga: Venezuela Dikabarkan Ingin Keluar dari OPEC

Data tersebut, yang dianggap sebagai indikator awal tren harga nasional, akan menjadi salah satu faktor yang dicermati BOJ dalam pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan pada 17-18 September.

Setelah menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 31 tahun sebesar 1% pada bulan Juni, BOJ mempertahankan kebijakan moneter tetap stabil pada bulan Juli, namun mengeluarkan pernyataan paling tegas sejauh ini mengenai risiko inflasi yang meningkat.

Lonjakan inflasi grosir baru-baru ini, yang mencapai 7,2% pada bulan Juli dibandingkan tahun sebelumnya, telah menyoroti meningkatnya tekanan harga akibat konflik Timur Tengah yang kemungkinan akan mendorong kenaikan harga konsumen dengan adanya jeda waktu (lag), menurut para analis.

Sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa BOJ bersiap menaikkan suku bunga paling cepat pada bulan September dan mempertimbangkan kenaikan yang lebih agresif setelahnya, melampaui laju saat ini yang berkisar dua kali setahun.

Dalam tahap normalisasi saat ini, bank sentral telah menaikkan suku bunga dengan laju sekitar dua kali setahun.




TERBARU

[X]
×