kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Inflasi Inti Tokyo Naik 2,8% di November, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOJ Menguat


Jumat, 28 November 2025 / 07:50 WIB
Inflasi Inti Tokyo Naik 2,8% di November, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOJ Menguat
ILUSTRASI. Core consumer price index (CPI) atau inflasi inti di Tokyo kembali meningkat pada November 2025.. REUTERS/Issei Kato


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID. Core consumer price index (CPI) atau inflasi inti di Tokyo kembali meningkat pada November 2025.

Data resmi yang dirilis Jumat (28/11) menunjukkan inflasi inti di ibu kota Jepang naik 2,8% secara tahunan (YoY), berada di atas target 2% Bank of Japan (BOJ) dan juga sedikit lebih tinggi dari proyeksi pasar sebesar 2,7%.

Baca Juga: Hong Kong Berduka: Kebakaran Terparah Sejak 1948 Renggut 83 Jiwa

Kenaikan ini sama dengan capaian pada Oktober, menandakan tekanan inflasi Jepang masih cukup kuat dan berpotensi memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Indikator inflasi inti Tokyo mengukur harga-harga konsumen dengan pengecualian komoditas pangan segar yang volatil.

Sementara itu, indeks inflasi lain yang menghilangkan komponen pangan segar dan juga bahan bakar, metrik yang diawasi ketat BOJ untuk melihat tekanan inflasi berbasis permintaan juga naik 2,8% YoY, sama seperti bulan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis Kamis (27/11), di Tengah Volume Sepi saat Libur Thanksgiving

BOJ sebelumnya telah mengakhiri program stimulus besar-besaran selama satu dekade dan mulai menaikkan suku bunga jangka pendek ke 0,5% pada Januari, setelah menilai ekonomi Jepang berada di jalur menuju pencapaian inflasi berkelanjutan di atas level 2%.

Namun Gubernur BOJ Kazuo Ueda tetap berhati-hati dalam menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Ia menilai masih terdapat ketidakpastian yang besar, termasuk dampak kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap perekonomian Jepang.


Tag


TERBARU

[X]
×