Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Inflasi produsen di China meningkat selama empat bulan berturut-turut pada Juni 2026 dan mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan biaya produksi masih tinggi di sektor manufaktur, meski inflasi konsumen mulai melambat.
Baca Juga: Minat Investor Membludak, Penawaran Saham SK Hynix Oversubscribed 7 Kali
Mengutip Reuters, data National Bureau of Statistics (NBS) yang dirilis Kamis (9/7/2026) menunjukkan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) naik 4,1% secara tahunan (year on year/YoY) pada Juni.
Angka tersebut sesuai dengan perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 3,9% YoY pada Mei.
Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022.
Namun, secara bulanan (month to month/MTM), PPI justru turun 0,3% pada Juni.
Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) naik 1,0% YoY pada Juni setelah meningkat 1,2% YoY pada Mei.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun ke US$ 4.066 Kamis (9/7), di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang memperkirakan inflasi konsumen sebesar 1,1% YoY.
Secara bulanan, CPI turun 0,3%, lebih dalam dibandingkan ekspektasi penurunan 0,2% dan penurunan 0,1% yang terjadi pada Mei.
Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya di tingkat produsen masih cukup tinggi, sementara permintaan domestik belum cukup kuat untuk mendorong percepatan inflasi konsumen.














