kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS948.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Inggris mengajak dunia untuk selesaikan vaksinasi Covid-19 global pada 2022


Senin, 07 Juni 2021 / 07:19 WIB
Inggris mengajak dunia untuk selesaikan vaksinasi Covid-19 global pada 2022
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjadi tuan rumah KTT G7 Online di Ruang Kabinet di Downing Street di London, Inggris 19 Februari 2021.

Sumber: AP | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Pertemuan negara Group of Seven (G7) pekan ini akan digunakan oleh Inggris untuk mengajak para pemimpin dunia agar mengupayakan vaksinasi Covid-19 penuh untuk seluruh populasi hingga akhir 2022.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menggunakan KTT G7 untuk mendesak para pemimpin dunia berkomitmen untuk memvaksinasi populasi global.

Dilansir dari AP, Johnson diperkirakan akan menekankan pentingnya upaya vaksinasi global ketika dia bertemu dengan sesama pemimpin dunia pada hari Jumat (11/6) di Cornwall, di pantai barat daya Inggris.

KTT G7 pekan ini juga akan menjadi pertemuan tatap muka pertama para pemimpin G7 sejak pandemi melanda. Pertemuan langsung diharapkan bisa membuat jalannya diskusi jauh lebih lancar.

"Memvaksinasi dunia pada akhir tahun depan akan menjadi satu-satunya prestasi terbesar dalam sejarah medis," ungkap Johnson dalam pernyataannya hari Minggu (6/6).

Baca Juga: Meghan dan Harry menamai bayi perempuan dengan nama Ratu Elizabeth dan Diana

Para pemimpin negara anggota G7 dijadwalkan tiba di Cornwall pada hari Jumat dan akan mengadakan pembicaraan selama tiga hari yang berfokus pada pemulihan global dari pandemi.

Vaksinasi global merupakan salah satu komitmen Inggris dalam kontribusinya memulihkan kondisi masyarakat dunia. Pada bulan Februari, pemerintah Inggris berjanji untuk memberikan sebagian besar pasokan vaksin surplus negara itu ke COVAX.

Sayangnya Inggris masih belum mengumumkan berapa jumlah dosis yang akan mereka sumbangkan kepada negara-negara berpenghasilan rendah.

AP melaporkan, saat ini Inggris telah memesan sekitar 400 juta dosis vaksin, jauh melebihi jumlah populasinya yang hanya 70 juta jiwa.

Menteri Kesehatan Matt Hancock telah mengatakan bahwa Inggris tidak memiliki dosis berlebih saat ini, jumlah berlebih yang dilaporkan merupakan angka estimasi yang sedang disiapkan.

Bocoran dari The Sunday Times menyebut bahwa pada KTT G7 nanti Johnson akan mengumumkan bahwa Inggris akan menyumbangkan dosis vaksin bernilai 2 miliar poundsterling tahun ini. Sumbangan lebih banyak juga akan disediakan hingga tahun 2022.

Selanjutnya: Anggota G7 sepakat kenakan pajak minimal 15% ke perusahaan teknologi global




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×