Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - LONDON. Pemerintah Inggris memperkuat kemampuan pertahanannya terhadap ancaman pesawat nirawak (drone) dengan memesan ratusan rudal baru dari perusahaan pertahanan Thales.
Kontrak senilai 36 juta pound sterling atau sekitar US$ 48,5 juta itu ditujukan untuk memasok rudal Lightweight Multirole Missile (LMM) bagi angkatan bersenjata Inggris.
Langkah ini dilakukan setelah rudal jenis tersebut terbukti efektif digunakan militer Inggris untuk menembak jatuh drone di kawasan Timur Tengah sejak pecahnya konflik yang melibatkan Iran.
Meningkatnya penggunaan drone dalam berbagai konflik belakangan ini membuat kebutuhan akan sistem pertahanan udara jarak pendek semakin mendesak.
Baca Juga: Inggris Tambah Pasukan dan Sistem Pertahanan Udara di Timur Tengah
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengatakan tambahan rudal tersebut akan membantu menjaga keamanan Inggris sekaligus mendukung operasi dan mitra negara itu di berbagai kawasan.
"Rudal ini akan terus menjaga Inggris dan para mitra kami tetap lebih aman di Timur Tengah dan kawasan lainnya," ujar Healey dalam pernyataannya.
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut pengiriman rudal akan mulai dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Timur Tengah Bergejolak: Ini Dampak Kematian Pemimpin Tertinggi Iran yang Mengguncang
Penambahan stok LMM ini menjadi bagian dari upaya London memperkuat kesiapan militer menghadapi ancaman drone yang semakin sering digunakan dalam konflik modern.













