kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.179   71,25   1,17%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 352   8,63   2,51%
  • IDXHIDIV20 439   10,76   2,51%
  • IDX80 93   1,66   1,81%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 114   3,15   2,85%

Ingin gabung lagi ke dalam WHO, AS harus bayar Rp 2,8 triliun


Kamis, 18 Februari 2021 / 11:59 WIB
ILUSTRASI. Agar bisa masuk lagi ke Badan Kesehatan Dunia (WHO), Pemerintah AS harus membayar sekitar Rp 2,8 triliun pada akhir Februari. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebelumnya, presiden ke-45 AS Donald Trump secara mengejutkan publik dengan mengumumkan menarik AS dari keanggotaan WHO. Dalam keputusan yang dibuat pada Juli 2020, Trump menuding organisasi itu hanya memanjakan China dan tak bergerak cepat dalam mengatasi pandemi. 

Penerusnya, Presiden Joe Biden dengan cepat segera menganulir keputusan tersebut setelah dilantik pada 20 Januari lalu. 

Baca Juga: Setelah Pfizer, WHO beri izin penggunaan darurat vaksin virus corona AstraZeneca

Meski, sama seperti Trump, pemerintahan Biden tetap menekan Beijing untuk lebih terbuka mengenai asal usul Covid-19. Tanpa menyebut China, Blinken menekankan pentingnya semua negara untuk menyediakan data sebanyak mungkin di awal pandemi. 

"Kemudian, seluruh negara harus berpartisipasi secara transparan dan cepat dalam respons kedaruratan kesehatan," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingin Masuk Lagi ke WHO, AS Harus Bayar Rp 2,8 Triliun"
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Selanjutnya: Penelitian WHO, kasus Covid-19 di Wuhan lebih luas dari catatan kertas otoritas China




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×