kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Ini kronologis serangan militer AS yang menewaskan pemimpin ISIS


Senin, 28 Oktober 2019 / 15:12 WIB
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, tewas dalam serangan yang dipimpin pasukan militer AS.


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (27/10), mengumumkan pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi, tewas dalam serangan semalam yang dipimpin pasukan militer AS di Suriah.

Berikut detail deskripsi serangan pasukan AS yang menewaskan Baghdadi seperti disarikan Reuters:

1. Amerika Serikat menerima informasi dari intelijen tentang keberadaan Baghdadi sekitar sebulan lalu. Termasuk beberapa informasi yang "membantu" dari Kurdi, kata Trump. Pejabat intelijen AS mampu mengerucutkan lokasi Baghdadi tepatnya pada dua minggu lalu.

Baca Juga: Trump: Pemimpin ISIS tewas meledakkan diri saat pasukan AS menyerang

Sementara Trump sendiri mengetahui tentang rencana serangan itu pada tiga hari lalu. Menurut Trump dan Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien, sebagai bagian dari rencana itu, AS harus mendapatkan izin dari Rusia, Irak dan Turki untuk terbang di atas wilayah udara mereka.

Trump mengatakan, Gedung Putih tidak mengungkapkan detail operasi ini ke Rusia, tetapi AS mengatakan kepada para pejabat Rusia bahwa Rusia akan "menyukainya".

2. Pada Sabtu (26/10), Trump tiba kembali di Gedung Putih sekitar pukul 4.30 malam. waktu setempat (10:30 malam di Suriah) setelah bermain golf di Virginia. Sekitar pukul 5 sore, Trump berkumpul di Ruang Situasi Gedung Putih dengan Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Pertahanan Mark Esper, penasihat keamanan nasional Robert O'Brien, dan pejabat intelijen lainnya.

Baca Juga: Defisit anggaran Amerika Serikat membengkak, terbesar dalam tujuh tahun terakhir

Mereka menyaksikan serangan militer itu berlangsung secara langsung. "Seolah-olah Anda menonton film," kata Trump.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×