Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Coal India Ltd, produsen batu bara terbesar di dunia, mulai memperluas bisnisnya ke sektor mineral strategis. Perusahaan tambang milik negara India tersebut tengah menyiapkan kantor perdagangan luar negeri pertamanya di Singapura untuk mengembangkan perdagangan bijih besi serta mineral kritis dan strategis.
Menurut dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, langkah ini merupakan bagian dari upaya Coal India melakukan diversifikasi bisnis sekaligus memperkuat akses India terhadap sumber daya mineral penting di luar negeri. Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena pembahasan terkait rencana tersebut belum dipublikasikan.
Coal India telah mengajukan permohonan kepada otoritas Singapura untuk mendaftarkan kantor tersebut. Selain mendukung aktivitas perdagangan, kantor di Singapura juga akan membantu perusahaan dalam upaya mengakuisisi aset mineral di luar negeri.
Salah satu sumber mengatakan kantor Singapura akan membantu Coal India memperluas bisnis mineral kritis, mengejar peluang akuisisi aset di luar negeri, serta mendukung pengembangan bisnis bijih besi.
Coal India belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait rencana tersebut.
Baca Juga: Ancaman Donald Trump: Akan Ada Konsekuensi Ekonomi bagi Negara yang Dukung Iran
Bidik Mineral di Afrika, Chile dan Kanada
Dalam ekspansi bisnisnya, Coal India tengah mengevaluasi sejumlah peluang di kawasan yang kaya sumber daya mineral. Salah satu yang menjadi perhatian adalah aset bauksit di Ghana dan sejumlah wilayah lain di Afrika.
Perusahaan juga mulai mengevaluasi peluang di sektor mineral tanah jarang atau rare earth minerals, yang menjadi komponen penting bagi berbagai industri berteknologi tinggi.
Untuk lithium, Coal India memusatkan perhatian pada Chile. Perusahaan juga mengevaluasi peluang aset mineral kritis lainnya di Kanada dan Australia. Namun, sumber kedua menyebut peluang tersebut masih berada pada tahap awal.
Diversifikasi Coal India ke sektor mineral lainnya sebenarnya telah dimulai. Pada bulan ini, perusahaan memenangkan blok bijih besi melalui lelang kompetitif di negara bagian Odisha, India timur. Kemenangan tersebut menandai masuknya Coal India ke bisnis pertambangan bijih besi.
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Coal India sedang mempertimbangkan akuisisi unit Wealth Minerals dari Kanada yang memiliki aset pertambangan lithium di Chile. Langkah tersebut berpotensi memberikan Coal India akses terhadap lithium, salah satu bahan baku penting untuk baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.
Baca Juga: Rusia Klaim Kuasai Dua Desa di Donetsk, Pertempuran di Ukraina Timur Berlanjut
India Berupaya Kurangi Ketergantungan pada China
Ekspansi Coal India ke mineral kritis terjadi ketika perusahaan-perusahaan milik negara India meningkatkan upaya untuk mengamankan pasokan mineral strategis dari luar negeri.
India membutuhkan akses yang lebih kuat terhadap komoditas seperti lithium dan bauksit untuk mengurangi ketergantungan terhadap China. Mineral-mineral tersebut memiliki peran penting dalam pengembangan industri energi bersih, manufaktur, baterai, hingga teknologi strategis.
Namun, upaya India mengamankan sumber daya mineral di luar negeri sejauh ini belum membuahkan hasil yang signifikan.
India baru menandatangani satu kesepakatan eksplorasi dan pertambangan lithium di luar negeri. Kesepakatan tersebut mencakup lima blok di Argentina dan ditandatangani pada 2024.
Keterbatasan akses terhadap mineral kritis menjadi tantangan bagi India dalam mengejar ambisi pengembangan energi bersih dan pertumbuhan sektor manufaktur. Karena itu, langkah Coal India melakukan diversifikasi dan membangun jaringan perdagangan internasional dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat keamanan pasokan mineral India.
Dengan pendirian kantor di Singapura, Coal India tidak hanya berupaya memperluas perdagangan komoditas, tetapi juga membuka akses terhadap peluang investasi dan akuisisi aset mineral strategis di berbagai negara.














