kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   0,00   0,00%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Misi Penyelamatan Teleskop NASA Gagal, Swift Akan Jatuh ke Atmosfer


Kamis, 20 Agustus 2026 / 07:23 WIB
Misi Penyelamatan Teleskop NASA Gagal, Swift Akan Jatuh ke Atmosfer
ILUSTRASI. Potret Bumi oleh NASA Artemis (via REUTERS/NASA)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Misi untuk menyelamatkan teleskop antariksa NASA, Neil Gehrels Swift Observatory, gagal setelah wahana penarik LINK mengalami masalah teknis yang tidak dapat diperbaiki.

NASA dan Katalyst Space akhirnya membatalkan rencana menangkap serta menaikkan orbit teleskop tersebut.

Katalyst Space menyampaikan pembatalan misi pada Rabu (19/8/2026), setelah upaya berminggu-minggu untuk mengendalikan wahana LINK tidak berhasil.

Reuters melaporkan, Swift saat ini berada di ketinggian sekitar 347 kilometer dari permukaan Bumi.

Rencananya, LINK akan mendekati teleskop, mengaitkannya, lalu menarik Swift ke orbit sekitar 600 kilometer untuk memperpanjang masa operasinya hingga beberapa tahun.

Namun, LINK mulai berputar tak terkendali tidak lama setelah diluncurkan pada awal Juli.

Baca Juga: Utang AS Naik Dua Kali Lipat Pada Pemerintahan Trump dan Biden, Lewati US$ 40 Triliun

LINK Gagal Dikendalikan

Tim Katalyst Space berupaya mengambil kembali kendali wahana tersebut selama beberapa pekan. Mereka bahkan mengunggah perangkat lunak baru untuk sistem pengendalian posisi pada pekan sebelumnya.

Dalam pernyataan bersama, NASA dan Katalyst Space menyatakan masalah kendali orientasi yang terus berlangsung membuat proses penangkapan dan peningkatan orbit Swift tidak dapat dilakukan.

"Setelah terus memantau dan mengevaluasi wahana LINK, Katalyst Space dan NASA bersama-sama menyimpulkan bahwa karena masalah kendali orientasi yang masih berlangsung, misi ini tidak akan mencakup penangkapan dan peningkatan orbit Neil Gehrels Swift Observatory," demikian pernyataan keduanya.

Swift Diperkirakan Terbakar di Atmosfer

Kegagalan misi ini membuat teleskop Swift kemungkinan besar akan masuk kembali ke atmosfer Bumi secara alami dan terbakar pada akhir tahun ini.

Swift merupakan salah satu observatorium antariksa penting milik NASA. Nilai teleskop tersebut diperkirakan mencapai US$500 juta atau sekitar Rp8,9 triliun.

Diluncurkan pada 2004, teleskop tersebut telah digunakan untuk mempelajari semburan sinar gamma (gamma-ray bursts) dan berbagai fenomena kosmik lainnya.

Baca Juga: Alphabet Himpun US$3,9 Miliar dari Obligasi Dolar Australia untuk Danai AI

Misi Bernilai US$30 Juta

Misi tersebut dikerjakan Katalyst Space, perusahaan rintisan asal Arizona yang didirikan pada 2019 untuk mengembangkan armada wahana antariksa robotik otonom.

Katalyst membangun dan menguji LINK hanya dalam waktu sembilan bulan melalui kontrak NASA senilai US$30 juta atau setara Rp533,9 miliar.

CEO Katalyst Space Ghonhee Lee menyebut perusahaan tetap bangga dengan pencapaian yang diraih meski misi akhirnya gagal.

"Kami mengambil tantangan berisiko tinggi dengan potensi imbalan besar ini dan bangga dengan pencapaian yang kami raih sepanjang perjalanan," ujar Lee.

Kegagalan LINK sekaligus menjadi akhir dari upaya NASA memperpanjang masa operasional Swift melalui peningkatan orbit.

Baca Juga: Produsen Robot China Banjiri Pameran Beijing, Kejar Adopsi Massal




TERBARU

[X]
×