Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alphabet, induk perusahaan Google, menghimpun dana sebesar A$ 5,5 miliar atau sekitar US$ 3,89 miliar melalui penerbitan obligasi berdenominasi dolar Australia.
Aksi ini menambah daftar perusahaan teknologi global yang agresif mencari pendanaan untuk membiayai lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI).
Mengutip Reuters, Rabu (19/8/2026), penerbitan obligasi perdana Alphabet di pasar Australia tersebut dilakukan melalui empat tenor, yakni tiga, lima, 10, dan 20 tahun. Untuk obligasi tenor terpanjang, Alphabet menetapkan kupon sebesar 6,9%.
Minat investor terhadap penerbitan tersebut terbilang kuat. Total penawaran yang masuk mencapai lebih dari A$18 miliar, atau lebih dari tiga kali lipat nilai obligasi yang diterbitkan.
Baca Juga: Obligasi Dolar Australia HSBC Diserbu Investor, Pesanan Tembus US$ 2,5 Miliar
Penerbitan ini juga menempatkan Alphabet sebagai perusahaan teknologi hyperscaler AI pertama yang masuk ke pasar utang dolar Australia.
Alphabet sekaligus menjadi perusahaan teknologi AS berkapitalisasi besar pertama yang menerbitkan obligasi jenis "Kangaroo" di Australia sejak Apple pada 2016.
Langkah tersebut menunjukkan semakin agresifnya perusahaan teknologi global memanfaatkan pasar obligasi untuk mendukung kebutuhan belanja modal, terutama untuk pengembangan AI.
Perusahaan-perusahaan teknologi global diperkirakan menghabiskan lebih dari US$ 730 miliar tahun ini, terutama untuk investasi AI.
Baca Juga: Australia Amankan Pasokan Avtur dari China dan Pupuk dari Brunei
Besarnya belanja tersebut mulai menekan arus kas sejumlah perusahaan teknologi. Alphabet bahkan mencatat arus kas bebas negatif untuk pertama kalinya dalam laporan kuartal II 2026 yang dirilis akhir Juli.
Diversifikasi sumber pendanaan
Penerbitan obligasi dolar Australia menjadi bagian dari strategi Alphabet untuk memperluas sumber pendanaan di luar dolar AS.
Sebelumnya, perusahaan ini telah menerbitkan surat utang dalam mata uang poundsterling, franc Swiss, dolar Kanada, yen Jepang, dan euro.
Tren penerbitan obligasi dalam mata uang lokal memang semakin diminati perusahaan global. Strategi tersebut memungkinkan penerbit melakukan diversifikasi sumber pendanaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar obligasi dolar AS.
Head of Fixed Income Betashares Chamath De Silva menilai penerbitan perdana Alphabet di pasar obligasi Australia menjadi transaksi penting bagi pasar obligasi korporasi setempat.
Baca Juga: Dolar Australia Sentuh Puncak Multi-Tahun, Pasar Berspekulasi Kenaikan Suku Bunga
Menurut dia, kuatnya permintaan menunjukkan investor institusi Australia memiliki kapasitas dan minat untuk menyerap penerbitan obligasi berskala besar dari perusahaan teknologi global.
"Transaksi ini menjadi tonggak penting bagi pasar obligasi korporasi Australia," ujar De Silva.
Menurut data LSEG hingga akhir Juli 2026, penerbitan obligasi "Kangaroo" oleh perusahaan asing telah mencapai sekitar A$ 60 miliar sepanjang tahun ini. Nilai tersebut melonjak sekitar 40% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
De Silva memperkirakan Amazon berpotensi menjadi perusahaan teknologi besar berikutnya yang masuk ke pasar obligasi dolar Australia. Seperti Alphabet, Amazon juga mulai memperluas program pendanaannya ke luar dolar AS.
Baca Juga: Dolar Australia Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun, Dolar Selandia Baru Ikuti Penguatan
Dalam transaksi tersebut, ANZ, Deutsche Bank, RBC Capital Markets, dan TD Securities bertindak sebagai joint lead managers.














