Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alibaba mencatat pertumbuhan pendapatan kuartalan sebesar 9% pada kuartal yang berakhir 30 Juni 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan layanan kecerdasan buatan (AI) yang mendorong bisnis cloud, serta perpanjangan festival belanja "618" yang mengangkat kinerja bisnis e-commerce inti perusahaan.
Dalam laporan yang dirilis Kamis (20/8/2026), perusahaan teknologi asal China tersebut membukukan pendapatan sebesar 268,95 miliar yuan atau sekitar US$40,02 miliar pada kuartal I tahun fiskal 2027. Angka tersebut sedikit di atas rata-rata estimasi analis sebesar 268,88 miliar yuan berdasarkan data yang dihimpun LSEG.
Pertumbuhan bisnis cloud menjadi salah satu penopang utama kinerja Alibaba. Seiring semakin banyak perusahaan mengadopsi aplikasi berbasis AI, kebutuhan terhadap daya komputasi cloud untuk melatih dan menjalankan sistem AI turut meningkat.
Alibaba, yang merupakan penyedia layanan cloud terbesar di China, terus meningkatkan investasinya pada infrastruktur AI, model AI milik sendiri, serta berbagai aplikasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjadikan AI sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis cloud maupun bisnis konsumennya.
Baca Juga: China Kerahkan Robocop untuk Mengatur Lalu Lintas
Pendapatan Alibaba dari layanan cloud dan komputasi berbasis AI meningkat 45% menjadi 48,44 miliar yuan pada kuartal tersebut.
Untuk memenuhi tingginya permintaan pelanggan, Alibaba juga meningkatkan belanja modal secara signifikan. Belanja modal perusahaan mencapai 67,68 miliar yuan pada kuartal yang berakhir 30 Juni 2026, naik 75% dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Kenaikan belanja modal tersebut mencerminkan agresivitas Alibaba dalam membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan layanan AI.
Selain bisnis cloud, kinerja Alibaba juga mendapatkan dukungan dari bisnis e-commerce inti. Perpanjangan festival belanja "618" turut meningkatkan aktivitas perdagangan di platform perusahaan.
Baca Juga: Harga Emas Melemah Tipis, Investor Lakukan Profit Taking
Permintaan terhadap infrastruktur AI terus menjadi peluang pertumbuhan bagi perusahaan teknologi besar di China. Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan AI oleh perusahaan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari analisis data hingga pengembangan aplikasi dan otomatisasi.
Alibaba pun menempatkan AI sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjangnya. Investasi pada kapasitas komputasi, infrastruktur, model AI, dan aplikasi diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri teknologi China yang semakin ketat.
Dengan pertumbuhan pendapatan cloud berbasis AI sebesar 45%, bisnis tersebut kini menjadi salah satu area yang paling berkembang dalam portofolio Alibaba. Sementara itu, peningkatan belanja modal sebesar 75% menunjukkan perusahaan masih agresif mengalokasikan dana untuk menangkap peluang dari ekspansi teknologi AI.













