kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Ini lima petuah penting Jack Ma untuk pengusaha China saat virus corona mewabah


Rabu, 19 Februari 2020 / 13:54 WIB
ILUSTRASI. Miliarder dunia Jack Ma.


Sumber: Yahoo Finance,South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Jack Ma, salah satu pendiri dan mantan pimpinan Alibaba Group, mengatakan epidemi virus corona di China memberikan peluang bagi para pengusaha untuk mempersenjatai diri dan mempersiapkan pertumbuhan yang ada di depan ketika wabah mereda.

"Renungkan apa yang benar-benar Anda inginkan, apa yang Anda miliki, dan apakah Anda harus menyerah, atau patuhi," kata Ma seperti dikutip dari South China Morning Post.

Ma mengatakan kepada siswa untuk "belajar metode kerja digital" dan "mengadopsi teknologi internet." Alibaba meluncurkan Taobao, sebuah platform belanja online pada tahun 2003, ketika China dikunci selama wabah nasional sindrom pernapasan akut yang parah, atau Sars.

Baca Juga: Konfirmasi terbaru, seluruh wilayah China sudah terjangkit virus corona

Kini, Taobao sekarang menjadi situs web e-commerce terbesar di dunia, dengan volume transaksi 3 triliun yuan (US$ 428 miliar) pada tahun 2017 dengan situs saudara Tmall.com.

Ma pensiun sebagai ketua Alibaba pada September lalu pada hari ulang tahunnya yang ke 55 untuk mencurahkan waktunya mendidik generasi pengusaha berikutnya.

Dalam ceramahnya, Ma juga menyinggung soal pendiri Kyocera Corporation Kazuo Inamori, yang manajemen dan kepemimpinannya mengubah perusahaan komponen televisi menjadi salah satu perusahaan terbesar di Jepang.

Baca Juga: Jack Ma menyumbangkan dana Rp 197,28 miliar untuk memerangi virus corona

Pada usia 77 tahun pada 2010, Inamori diminta untuk menjadi ketua dan kepala eksekutif maskapai penerbangan Jepang Japan Airlines saat mengajukan perlindungan kebangkrutan. Maskapai ini direstrukturisasi, dan terdaftar kembali di Bursa Efek Tokyo pada November 2012.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×