Ini lima poin pidato Trump soal rudal Iran: Salahkan Obama hingga kritik NATO

Kamis, 09 Januari 2020 | 14:33 WIB Sumber: USA Today
Ini lima poin pidato Trump soal rudal Iran: Salahkan Obama hingga kritik NATO

ILUSTRASI. Presiden Donald Trump memberi pidato tanggapan atas serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS.


2. Siap berdamai dengan semua yang mencari perdamaian

Trump mengisyaratkan dia terbuka untuk bernegosiasi dengan Iran. Dia mengajukan tawaran serupa setelah menarik diri dari perjanjian nuklir multinasional pada 2018 silam.

"Iran tampaknya akan mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait dan hal yang sangat baik bagi dunia," kata Trump, Rabu (8/1).

Dia mengatakan Iran harus mengubah perilakunya. Trump berharap sanksi ekonomi akan memotivasi Iran untuk bekerja sama.

Baca Juga: Soal pembunuhan Soleimani, Trump: AS telah membunuh seorang monster

Trump menggembar-gemborkan kekuatan militer AS. "Rudal kami besar, kuat, akurat, mematikan, dan cepat. Banyak rudal hipersonik yang sedang dikembangkan," ujarnya.

Kata Trump, fakta bahwa AS memiliki militer dan peralatan yang hebat ini, tidak berarti AS harus menggunakannya. "Kami tidak ingin menggunakannya. Kekuatan Amerika, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik."

Ia juga memberi pesan ke pemimpin Iran. "Kami ingin Anda memiliki masa depan dan masa depan yang hebat - yang layak Anda dapatkan, salah satu kemakmuran di rumah dan harmoni dengan negara-negara di dunia. Amerika Serikat siap untuk merangkul perdamaian dengan semua siapa yang mencarinya," imbuh Trump.

3. Mendesak negara lain untuk menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran

Trump meminta Inggris, Jerman, Prancis, Rusia dan China untuk memutuskan perjanjian nuklir Iran 2015 untuk menegosiasikan perjanjian baru.

"Dunia yang beradab harus mengirim pesan yang jelas dan terpadu ke rezim Iran: Kampanye teror, pembunuhan, kekacauan Anda tidak akan ditoleransi lagi. Itu tidak akan diizinkan untuk maju," tandas Trump.

Dia berulang kali mengkritik kesepakatan nuklir dengan Iran tersebut. Trump mengumumkan pada 2018 bahwa Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian tersebut.

Baca Juga: Trump: AS akan kenakan sanksi baru yang powerful atas Iran setelah serangan rudal

"Kita juga harus membuat kesepakatan yang memungkinkan Iran untuk berkembang dan makmur dan mengambil keuntungan dari potensi yang sangat besar yang belum dimanfaatkan. Iran bisa menjadi negara yang hebat," kata Trump.

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru