kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.136.000 0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Soal pembunuhan Soleimani, Trump: AS telah membunuh seorang monster


Kamis, 09 Januari 2020 / 11:28 WIB
Soal pembunuhan Soleimani, Trump: AS telah membunuh seorang monster
ILUSTRASI. Suasana saat pemakaman Qassem Soleimani di Iran. (Dok. REUTERS)


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembunuhan AS terhadap komandan Iran Qasem Soleimani menyelamatkan banyak nyawa. Bahkan dia menyebutnya sebagai "monster".

Trump mengatakan, Soleimani "merencanakan serangan besar" ketika dia terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad Jumat lalu.

Iran menguburkan Soleimani pada hari Selasa (7/1). Tetapi terjadinya aksi dorong mendorong pada pemakaman itu menewaskan 50 orang dan melukai 200 lainnya.

Dalam sambutannya di Kantor Oval, Presiden Trump juga membahas masalah Irak. Dia mengatakan penarikan pasukan AS akan menjadi hal terburuk bagi negara.

Baca Juga: Trump: AS akan kenakan sanksi baru yang powerful atas Iran setelah serangan rudal

"Dia monster. Dan dia bukan monster lagi. Dia sudah mati," kata Trump. "Dia merencanakan serangan besar dan serangan buruk bagi kita. Kurasa tidak ada yang bisa mengeluh tentang itu."

Presiden mengatakan Soleimani telah "bepergian dengan kepala Hizbullah" dan "banyak nyawa telah diselamatkan dengan membunuh dirinya". Trump mungkin merujuk kepada Abu Mahdi al-Muhandis, kepala kelompok milisi Kataib Hezbollah Irak, yang meninggal bersama Soleimani.

Trump juga membahas masalah situs budaya Iran. Dia sebelumnya bersumpah untuk memukul Iran dengan "sangat cepat dan keras" jika Iran melakukan serangan balas dendam.

Baca Juga: Mencermati sejumlah sinyal konflik AS-Iran tidak berlanjut ke perang terbuka

Tetapi PBB dan bahkan para pembantunya sendiri menilai hal ini akan bertentangan dengan hukum internasional yang telah ditandatangani AS. Sementarayang lain menggambarkannya sebagai kejahatan perang.

Trump mengatakan bahwa menurut berbagai undang-undang, AS seharusnya tidak menargetkan situs budaya ini. "Kamu tahu, kalau itu hukumnya, aku suka menuruti hukum," katanya.

Di Irak, Trump mengatakan ia ingin menarik pasukan di beberapa titik tetapi "ini bukan titik yang tepat".

Baca Juga: Usai serangan rudal, Amerika Serikat waspada serangan siber Iran

Terhadap ancamannya yang lain  yakni dengan mengenakan sanksi yang powerful terhadap Iran,  Trump mengatakan itu hanya akan dilakukan jika AS tidak diperlakukan dengan hormat.




TERBARU

[X]
×