kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.073   73,00   0,41%
  • IDX 5.864   -77,44   -1,30%
  • KOMPAS100 776   -9,66   -1,23%
  • LQ45 583   -5,66   -0,96%
  • ISSI 204   -2,06   -1,00%
  • IDX30 330   -3,56   -1,07%
  • IDXHIDIV20 408   -3,80   -0,92%
  • IDX80 88   -1,02   -1,15%
  • IDXV30 112   -1,75   -1,54%
  • IDXQ30 107   -1,28   -1,18%

Ini sejarah Taliban, kelompok yang kini menguasai Afghanistan


Sabtu, 21 Agustus 2021 / 07:30 WIB


Penulis: Virdita Ratriani

Terdapat sejumlah kebijakan sosial Taliban yang mendapatkan tentangan dari global. Kebijakan sosial Taliban tersebut di antaranya adalah melarang kehidupan publik untuk perempuan, termasuk pelarangan akses pada pendidikan dan pekerjaan. 

Taliban juga menghancurkan peninggalan artistik non-Islam secara sistematis, seperti yang terjadi di Kota Bamiyan.

Selain itu, Taliban menerapkan hukuman pidana yang keras, termasuk hukum gantung. Hanya Arab Saudi, Pakistan, dan Uni Emirat Arab yang pernah mengakui rezim tersebut.

Taliban juga mengizinkan Afghanistan menjadi surga bagi militan Islam dari seluruh dunia, termasuk Osama bin Laden, pendiri Al Qaeda yang bertanggung jawab atas peristiwa 11 September 2001. 

Pada saat itu, Taliban dituduh memberikan perlindungan kepada Osama bin Laden dan Al Qaeda. 

Penolakan Taliban untuk mengekstradisi pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden ke AS terkait serangan di World Trade Center, New York City dan Pentagon, DC pada 11 September 2021 memicu konfrontasi militer dengan AS dan kekuatan sekutu.

Selanjutnya: Inggris tidak bakal kembali ke Afghanistan, meski Taliban berkuasa




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×