CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.318   86,65   1,39%
  • KOMPAS100 835   12,61   1,53%
  • LQ45 634   6,14   0,98%
  • ISSI 217   3,06   1,43%
  • IDX30 356   2,04   0,58%
  • IDXHIDIV20 442   1,51   0,34%
  • IDX80 95   1,07   1,14%
  • IDXV30 119   0,57   0,48%
  • IDXQ30 114   0,43   0,38%

Ini temuan mengejutkan WHO terkait Remdesivir, obat untuk Covid-19


Senin, 19 Oktober 2020 / 10:05 WIB
ILUSTRASI. WHO menemukan, remdesivir obat anti-virus memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada peluang kelangsungan hidup pasien Covid-19.


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan pada hari Rabu bahwa uji coba mereka pada hydroxychloroquine dan lopinavir / ritonavir dihentikan pada bulan Juni karena mereka sudah terbukti tidak efektif. Namun, uji coba lainnya terus berlanjut.

Hasil WHO tampaknya bertentangan dengan penelitian sebelumnya dari awal bulan ini, yang dilakukan oleh Gilead, yang menyimpulkan bahwa pengobatan dengan remdesivir memotong waktu pemulihan Covid lima hari dibandingkan dengan pasien yang diberi plasebo. Sekitar 1.000 pasien ikut serta dalam uji coba itu.

Gilead menolak riset WHO

Melansir BBC, Gilead Sciences Inc menolak temuan itu.

“Data yang muncul (WHO) tampak tidak konsisten, dengan bukti yang lebih kuat dari beberapa penelitian acak dan terkontrol yang diterbitkan dalam jurnal peer-review yang memvalidasi manfaat klinis remdesivir,” perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Kami prihatin data dari uji coba global label terbuka ini belum melalui tinjauan ketat yang diperlukan untuk memungkinkan diskusi ilmiah yang konstruktif, terutama mengingat keterbatasan desain uji coba."

Selanjutnya: Masuk musim dingin, kasus virus corona AS melampaui 8 juta




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×