Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Negara mana yang nyaman untuk tempat tinggal dan bekerja bagi orang asing atau ekspatriat? Dulu kebanyakan ekspatriat dengan mudah menunjuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris sebagai negara yang bagus untuk tempat tinggal sekaligus prospektif sebagai tempat bekerja.
Tapi itu dulu. Kini reputasi AS dan Inggris sebagai tempat yang baik untuk tinggal dan bekerja bak terjun bebas. Sejak Pemilu AS tahun lalu, dan keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit), dua negara maju itu dianggap kurang bersahabat bagi ekspatriat. Ekspatriat juga menyebutkan kualitas hidup dua negara itu menurun, terutama keterjangkauan perawatan anak dan perawatan kesehatan.
"Inggris dan AS juga dinilai kurang stabil secara politik," demikian hasil survei expat insider yang dilakukan InterNations, sebuah jaringan 2,8 juta ekspatriat yang berbasis di Munich seperti dilansir Bloomberg. Survei tersebut yang melibatkan hampir 13.000 ekspatriat dari 166 negara.
Yang mengejutkan, pada survei tahun ini, Bahrain menduduki urutan teratas alias paling favorit di mata ekspatriat. Negeri Teluk itu menggeser Taiwan yang tahun lalu berada di posisi puncak. Bahrain mendapat nilai tinggi dari para ekspatriat sebagai tempat yang nyaman untuk bekerja, membesarkan keluarga dan membuat orang asing merasa diterima.
Menyusul diurutan kedua Kosta Rika sebagai negara terfavorit untuk tempat tinggal dan bekerja. Selain Bahrain, ada dua negara Asia lain yang masuk daftar 10 besar, yakni Taiwan dan Singapura. Sementara Inggris berada di peringkat 54, turun 21 peringkat dari survei tahun lalu.
Sedangkan sang Paman Sam berada di peringkat 43 dari 65 negara, 17 tempat lebih rendah dari tahun lalu. Padahal pada survei tahun 2014, AS masih menduduki urutan lima negara yang nyaman untuk tinggal dan bekerja.
Tapi reputasi itu merosot. Meskipun 69% ekspatriat yang disurvei masih memiliki pandangan yang baik mengenai ekonomi Amerika. Salah satu penyebabnya, persepsi orang Amerika sebagai negara nan ramah terhadap warga asing yang mulai bergeser.
Tiga tahun lalu, 84% ekspatriat menilai positif mengenai sikap ramah AS terhadap penduduk asing, dan hanya 5% yang berpandangan negatif. Pada 2017, pandangan negatif itu meningkat tiga kali lipat. Tambah lagi, sekitar 72 % ekspatriat di AS menilai perawatan kesehatan tidak terjangkau. Ini makin menjauhkan AS sebagai negara yang nyaman bagi warga asing.
Urutan paling bontot masih Yunani. Beban ekonomi nan besar menjadikan Negeri Para Dewa ini paling tidak nyaman ditinggali bagi para pekerja asing.
Salah satu tempat favorit para ekspatriat untuk bekerja sebetulnya adalah China. Sebanyak dua per tiga responden senang dengan karier mereka di China.
Tapi peringkat China masuk jajaran bawah yakni di urutan ke-55 dari 65 negara karena kualitas hidup yang rencah. Para ekspatriat, terutama mereka yang memiliki anak, khawatir dengan polusi yang tinggi, kualitas serta biaya perawatan kesehatan dan pendidikan yang ketat.
Berdasarkan dara Finaccord, saat ini ada sekitar 50 juta ekspatriat di seluruh dunia. Dan jumlahnya diperkirakan mencapai 60 juta selama lima tahun ke depan.
Daftar 10 negara yang paling nyaman bagi ekspatriat untuk tinggal dan bekerja:
1. Bahrain.
2. Kosta Rika
3. Meksiko
4. Taiwan
5. Portugal
6. Selandia Baru
7. Malta
8. Kolumbia
9. Singapura
10. Spanyol
Sumber: Survei Expat Insider InterNations (Bloomberg)













