Sumber: Yahoo Finance | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak melonjak pada Senin (6/1/2026) setelah Amerika Serikat menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, dalam sebuah operasi dramatis.
Data Yahoo Finance menunjukkan, kontrak berjangka emas naik 2% dan diperdagangkan di atas US$ 4.450 per troy ounce. Sementara kontrak berjangka perak melesat hingga 7% ke kisaran US$ 76 per ounce. Logam lainnya, termasuk tembaga, juga menguat setelah Maduro dan istrinya muncul di hadapan hakim di New York City atas dakwaan terkait narkoterorisme.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “mengelola” Venezuela hingga proses transisi pemerintahan berlangsung, serta menegaskan bahwa perusahaan minyak AS akan menggelontorkan investasi “miliaran dolar” ke sektor energi negara tersebut untuk menggarap cadangan minyaknya yang besar.
Pergerakan harga komoditas ini mencerminkan apa yang disebut sebagai “perang logam”, di mana negara-negara berlomba mengamankan sumber daya kritis di tengah percepatan persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Bank-bank sentral di seluruh dunia tercatat meningkatkan pembelian emas secara agresif dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah aset Rusia dibekukan menyusul invasi ke Ukraina pada 2022. Tahun lalu, harga emas mencetak lebih dari 50 rekor tertinggi sepanjang masa.
Baca Juga: Pemerintahan Trump Atur Pertemuan Dengan Perusahaan Minyak, Bahas Produksi Venezuela
Harga perak dan tembaga juga melonjak dalam beberapa bulan terakhir setelah Amerika Serikat memasukkan keduanya ke dalam daftar mineral kritis yang dinilai vital bagi perekonomian dan keamanan nasional AS.
Pelaku industri logam menilai ketertarikan AS tidak hanya tertuju pada minyak Venezuela, tetapi juga pada sumber daya lain yang ingin dijauhkan dari pengaruh China, sekutu Caracas.
“Yang kurang disadari secara luas adalah Venezuela juga memiliki sumber daya emas yang signifikan dan aktivitas produksi, meskipun sektor pertambangan negara itu terpukul oleh puluhan tahun salah urus ekonomi dan sanksi,” ujar David Morgan, editor Morgan Report, Senin.
Tambang Brisas di Venezuela selatan diketahui menyimpan salah satu cadangan emas dan tembaga terbesar di dunia.
Sementara itu, produksi perak Venezuela relatif kecil. “Artinya, harga perak lebih dipengaruhi faktor makro global ketimbang fundamental pasokan dari Venezuela,” jelas Morgan.
Pada awal 2026, China memberlakukan pembatasan ekspor perak, memicu kekhawatiran akan potensi kelangkaan pasokan global.
Tonton: Pemangkasan Produksi Bijih Nikel 2026 Bakal Tingkatkan Impor Hingga 50 Juta Ton WMT
Sekitar 60% perak dunia digunakan untuk kebutuhan industri, termasuk panel surya, pusat data, dan baterai kendaraan listrik (EV).
Emas dan perak mencatatkan kinerja tahunan terbaik dalam lebih dari 40 tahun pada tahun lalu.
Kesimpulan
Lonjakan harga emas dan perak mencerminkan meningkatnya kecemasan global akibat eskalasi geopolitik dan persaingan perebutan sumber daya strategis, terutama setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Di tengah ketidakpastian politik, pembatasan ekspor mineral oleh China, serta melonjaknya kebutuhan logam untuk industri teknologi dan transisi energi, investor kembali menjadikan logam mulia sebagai aset lindung nilai utama. Kondisi ini menegaskan bahwa pergerakan harga logam tidak lagi semata dipengaruhi faktor pasokan negara tertentu, melainkan didorong oleh dinamika geopolitik, keamanan nasional, dan perubahan struktur ekonomi global.













