kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Investor Ritel AS Gencar Koleksi Saham Perusahaan Teknologi yang Sudah Turun Drastis


Jumat, 17 Februari 2023 / 19:49 WIB
Investor Ritel AS Gencar Koleksi Saham Perusahaan Teknologi yang Sudah Turun Drastis
ILUSTRASI. A trader works on the trading floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., January 26, 2023. Investor Ritel AS Gencar Koleksi Saham-Saham Perusahaan Teknologi yang Sudah Turun Drastis.


Sumber: Yahoo Finance | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Investor ritel tercatat rajin mengoleksi saham akhir-akhir ini. Berdasarkan catatan pasar ekuitas di Amerika Serikat, investor ritel memulai tahun 2023 ini dengan membeli saham di harga lebih tinggi.

Selama sebulan tearkhir, investor ritel tercatat telah menggelontorkan rata-rata US$ 1,51 miliar setiap hari perdagangan ke bursa saham AS. Ini merupakan nilai tertinggi yang pernah tercatat menurut data perusahaan ritest VandaTrack yang diterbitkan Kamis (16/2).

"Dengan survei baru-baru ini menunjukkan komunitas investor institusional tetap bearish pada saham, tidak bijaksana untuk meremehkan pentingnya kelompok ritel," kata ahli strategi di VandaTrack dalam sebuah catatan. 

Baca Juga: Bulan Ramadan Diprediksi Bisa Jadi Katalis Penjualan SR018

"Itu sesuai dengan data penjualan ritel dan pekerjaan untuk Januari, menunjukkan bahwa konsumen mempertahankan tingkat daya beli yang mengesankan," tambahnya.

Saham Tesla Inc tetap menajdi favorit investor ritel dan institusional. Arus kas ritel tercatat masuk ke saham Tesla sebesar US$ 9,7 miliar pada tahun ini.

Pembelian saham Tesla itu oleh investor ritel terjadi selama reli comback untuk saham perusahaan raksasa kendaran listrik tersebut, setelah menutup tahun terburuknya pada 2022. Saham Tesla telah naik 74% pada tahun 2023 hingga penutupan hari Rabu (15/2).

SPDR S&P 500 ETF Trust, sebuah ETF yang melacak benchmark S&P 500, telah menjadi pembelian terpopuler kedua oleh investor ritel tahun ini, dengan arus ritel mencapai US$ 3,6 miliar pada tahun 2023. Indeks ini naik 8,2% sejak awal tahun.

Baca Juga: Wall Street Sumringah: S&P 500, Nasdaq dan Dow Kompak Menguat

Kemudian saham Amazon, Apple dan Nvidia melengkapi lima besar saham yang banyak diburu ritel. Masing-masing menerima US$ 1,8 miliar, US$ 1,7 miliar, dan US$ 1,4 miliar arus masuk tahun ini. Saham perusahaan ini pun telah naik masing-masing 20%, 19,5%, dan 55,8% pada tahun ini.

Nama-nama perusahaan lebih spekulatif dan sahamnya telah terpukul juga menjadi pembelian populer, dengan investor kembali mengitari sekeranjang saham yang disukai oleh Cathie Wood dari ARK Invest.

ETF andalan Wood, ARK Innovation (ARKK), pemimpin saham teknologi yang sedang naik daun, mengalami peningkatan moderat dalam arus masuk tahun ini, tetapi berada di urutan ke-27 dalam daftar pembelian terbesar dari investor ritel yang mengumpulkan US$ 169 juta untuk dana tersebut.

Namun, investor ritel memungut saham nama-nama kunci yang mendasari dari keluarga Fund yang diperdagangkan di bursa ARK misalnya Coinbase, Block, Roku. 

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dari Kiwoom Sekuritas Hari Ini (16/2)

"Adalah hal yang biasa pada tahun 2020-2021 bagi investor ritel untuk membeli ARK ETF sementara pada saat yang sama menumpuk di beberapa underlying mereka yang lebih hyped," kata tim di VandaTrack. 

"Meskipun kami tidak mengharapkan spekulasi ritel untuk mencapai level tersebut, patut dicatat bahwa investor ritel jauh melebihi Cathie Wood and Co. terkait pembelian di beberapa nama ini."

Saham ARK Innovation naik 38,3% hingga hari ini hingga Rabu.

"Aliran investor ritel yang melonjak mendukung kinerja saham favorit mereka yang lebih baik," kata peneliti VandaTrack, menambahkan aliran ritel telah menyumbang suntikan modal US$ 18,5 miliar pada nama-nama ini pada tahun 2023.

"Jika momentum positif di pasar ekuitas yang luas bertahan, itu bisa mendorong investor ritel ke arah saham yang lebih spekulatif, yang lebih rentan terhadap arus tersebut mengingat kapitalisasi pasar mereka yang lebih kecil."




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×