kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.001   57,00   0,32%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Iran: Operasi psikologis AS hanya menambah garam ke luka korban pesawat Ukraina


Jumat, 10 Januari 2020 / 15:11 WIB
ILUSTRASI. Iran mengecam Amerika Serikat (AS) dan sekutunya soal spekulasi penyebab jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraina.


Sumber: foxnews | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Iran mengecam Amerika Serikat (AS) dan sekutunya soal spekulasi penyebab jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraina di Teheran, Iran.

AS menyebutkan ada kemungkinan bahwa sistem rudal Iran secara tak sengaja menyebabkan kecelakaan pesawat Ukraina buatan Boeing yang menewaskan 176 penumpang tersebut.

Baca Juga: Iran undang Boeing ikut selidiki jatuhnya pesawat Ukraina

Fox News melaporkan, Iran mengecam "operasi psikologis" ala AS di sekitar penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Iran menilai, cara AS itu hanya "menambah garam pada luka" anggota keluarga mereka yang tewas.

"Kami menyarankan pemerintah AS untuk menunggu hasil komite penyelidikan kecelakaan dari kecelakaan pesawat Ukraina alih-alih menyebarkan kebohongan dan melakukan operasi psikologis mereka," kata Ali Rabiei, juru bicara pemerintahan Presiden Iran Hassan Rouhani seperti dikutip Fox News, Jumat (10/1).

Sebelumnya, Pentagon dan para pemimpin Barat lainnya Kamis (9/1) mengatakan, pesawat Ukraina International Airlines ditembak jatuh rudal anti-pesawat Iran.

Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan lebih dari selusin rudal balistik yang menargetkan dua pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika dan koalisi di Irak.

Baca Juga: Iran membantah pesawat Ukraina jatuh akibat diterjang rudal

Serangan itu sebagai balasan atas serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Quds Iran Jenderal Qassem Soleimani di dekat Bandara Internasional Baghdad di Irak pada pekan lalu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×