kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Jadi sumber penyebaran virus corona, Ho Chi Minh tutup restoran dan bar


Selasa, 24 Maret 2020 / 17:22 WIB
Jadi sumber penyebaran virus corona, Ho Chi Minh tutup restoran dan bar
ILUSTRASI. Orang-orang memakai masker pelindung wajah untuk melindungi diri mereka dari virus corona baru saat mengemudi di sepanjang jembatan Long Bien di Hanoi, Vietnam, 16 Maret 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Restoran-restoran di Kota Ho Chi Minh harus tutup hingga 31 Maret untuk membantu mencegah penyebaran virus corona baru. Padahal, Vietnam sempat berminggu-minggu tanpa kasus baru.  

Mengutip Reuters, Ho Chi Minh mencatat 39 kasus virus corona, yang sebagian besar impor dari Eropa, dan telah menutup bioskop, klub, bar, panti pijat, juga karaoke sejak wabah Covid-19 kembali bergulir.

"Semua restoran dengan kapasitas lebih dari 30 orang di 24 distrik harus berhenti beroperasi mulai 24 Maret pukul 18:00 hingga 31 Maret," kata Pemerintah Ho Chi Minh dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Hubei cabut pembatasan perjalanan, Beijing buka Tembok Raksasa

Langkah itu Ho Chi Minh ambil karena beberapa orang yang terinfeksi menyebarkan penyakit mematikan tersebut di restoran dan bar populer di kota itu, menurut Kementerian Kesehatan Vietnam.

Pada pertengahan Februari lalu, Vietnam menyatakan, sebanyak 16 pasien postif virus corona sudah pulih sepenuhnya, dan berminggu-minggu negara yang sempat dilanda perang saudara ini tanpa infeksi. 

Tetapi, sejak itu Vietnam kembali berjuang melawan virus corona, seiring kasus impor dari pelancong dari luar negeri dan warga Vietnam yang kembali dari pusat wabah di negara lain.

Baca Juga: Duh, Wuhan kembali laporkan kasus corona setelah lima hari nol kasus

Sekarang, ada 123 kasus virus corona di Vietnam, tetapi sejauh ini tidak ada kematian yang negara ini laporkan. Kementerian Kesehatan Vietnam mengatakan, lebih dari 50.000 orang berada di karantina.

"Dalam 10 hari hingga 15 hari ke depan akan menentukan dalam perang Vietnam melawan virus corona," kata Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Senin (23/3), seperti dikutip Reuters.



TERBARU

[X]
×