kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.868   22,00   0,13%
  • IDX 8.966   29,73   0,33%
  • KOMPAS100 1.238   8,41   0,68%
  • LQ45 873   4,96   0,57%
  • ISSI 326   2,29   0,71%
  • IDX30 443   3,28   0,75%
  • IDXHIDIV20 523   5,75   1,11%
  • IDX80 138   0,99   0,72%
  • IDXV30 145   1,38   0,96%
  • IDXQ30 142   1,46   1,04%

Jarang muncul ke publik, Jack Ma sekarang tekun melukis


Jumat, 18 Juni 2021 / 12:07 WIB
Jarang muncul ke publik, Jack Ma sekarang tekun melukis
ILUSTRASI. Jarang muncul ke publik, kini pendiri Alibaba, Jack Ma tengah tekun melukis


Sumber: BBC | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BEIJING. Miliarder China dan Founder Alibaba Group, Jack Ma sudah jarang muncul di depan publik. Orang terdekatnya mengatakan, Jack Ma sekarang telah menghindari sorotan dan memilih tekun menjalankan hobinya dengan melukis.

Rekan Jack Ma, Joe Tsai, yang turut mendirikan raksasa e-commerce China mengatakan kepada CNBC bahwa dia berbicara dengan Jack Ma setiap hari.

"Dia sebenarnya melakukannya dengan sangat baik, dia menekuni melukis sebagai hobi, itu sebenarnya sudah cukup bagus," kata Tsai seperti dilansir BBC.

Jack telah absen dari ruang publik sejak ia berkonflik dengan pemerintah China yang terus menekan Jack Ma pasca ia mengkritik otoritas Beijing. 

Baca Juga: Ditekan Beijing, Jack Ma mundur sebagai kepala sekolah bisnis elit yang ia dirikan

Pada konferensi teknologi keuangan, Jack Ma membandingkan bank tradisional dengan pegadaian dan memuji manfaat sistem perbankan digital, serta menekankan bahwa keputusan pinjaman di masa depan harus didasarkan pada data dan bukan agunan.

Rencana IPO perusahaan digitalnya Ant Group, afiliasi Alibaba di Hong Kong dan Shanghai dengan nilai jumbo sekitar US$ 34,4 miliar disetop oleh otoritas beberapa hari sebelum waktunya. Keputusan itu diyakini sebagai dampak kritik Jack Ma terhadap otoritas China.

Akibat penangguhan IPO tersebut, harga saham Alibaba, yang mengenggam sepertiga saham Ant Group anjlok. Kemudian pemerintah China juga mengumumkan penyelidikan antimonopoli ke Alibaba yang membuat platform e-commerce terbesar di China tersebut harus menderita membayar denda sebesar US$ 2,8 miliar.

Baca Juga: 10 Milenial yang masuk dalam jajaran orang paling kaya di dunia




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×