kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.725   -93,00   -0,52%
  • IDX 6.256   248,15   4,13%
  • KOMPAS100 832   38,33   4,83%
  • LQ45 624   26,83   4,49%
  • ISSI 214   7,94   3,85%
  • IDX30 354   14,60   4,31%
  • IDXHIDIV20 434   16,17   3,87%
  • IDX80 94   4,34   4,84%
  • IDXV30 116   3,26   2,89%
  • IDXQ30 113   4,33   3,97%

Jeli melihat potensi pertambangan di banyak benua (3)


Minggu, 19 Mei 2019 / 11:05 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tri Adi

Tak sia-sia, tahun 2003, sebuah perusahaan Teknik yang berbasis di London menganalisa potensi tembaga dan emas di Turquoise Hill. Setelah mempelajari sampel dari sekitar 400 lubang tambang, Turquoise Hill berpotensi menyimpan 17,2 juta ton tembaga dan 21 juta ons emas.

Ini adalah perkiraan kasar, dan ada jurang lebar antara nilai logam olahan dan nilai bijih yang terkubur. Melalui pertambangan tersebut, Perusahaan ini mampu menjadi produsen tembaga terbesar di dunia dengan kapasitas produksi lebih 2,5 juta ton per tahun.

Ia juga melirik tambang di Afrika. Friedland lewat Ivanhoe Mines Ltd membentuk perusahaan patungan dengan Zijin Mining asal China dan Pemerintah Republik Demokratik Kongo menjalankan proyek di Kamoa-Kakula.

Proyek tambang di benua Afrika ini berpotensi menjadi tambang logam nomor dua di dunia. Pada tahun 2018 lalu, Friedland menyebutkan proyek ini pada puncak produksinya mampu menambang 700.000 ton tembaga per tahun.

Friedland mengumumkan temuan-temuan studi pra-kelayakan independen setelah Ivanhoe menginvestasikan senilai US$ 800 juta dalam eksplorasi dan pengembangan proyek ini. Kapasitas fase pertama proyek tambang yang berada di Kakula akan menghasilkan sebanyak 6 juta ton bijih setahun.

Lalu diikuti oleh dua tambang yang akan berlokasi di Kansoko dan Kakula Barat, masing-masing kan menghasilkan 6 juta ton per tahun. Adapun Nilai tambang awal rata-rata 6,8% tembaga, dengan produksi diharapkan dimulai pada 2021.

Kemampuannya melihat peluang bisnis menghantarkan namanya melambung sebagai miliader. Namun ia juga beberapa kali diuji saat mengelola bisnisnya. Namanya pernah dikait-kaitkan dengan masalah lingkungan.

Lewat Ivanhoe Mines, pria kelahiran 18 Agustus 1950 ini namanya tercatat sebagai miliarder nomor ke-31 di Singapura. Forbes mencatatkan kekayaan bersih senilai US$ 1 miliar per Maret 2019.

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×