CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.003,15   -12,85   -1.26%
  • EMAS973.000 0,21%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jenderal Senior AS Peringatkan Serangan Rusia ke Ukraina Akan Sangat Mengerikan


Sabtu, 29 Januari 2022 / 17:26 WIB
Jenderal Senior AS Peringatkan Serangan Rusia ke Ukraina Akan Sangat Mengerikan
ILUSTRASI. A Russian army service member fires a howitzer during drills at the Kuzminsky range in the southern Rostov region, Russia January 26, 2022. Jenderal Senior AS Peringatkan Serangan Rusia ke Ukraina Akan Sangat Mengerikan.


Sumber: BBC | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Jenderal Militer Amerika Serikat (AS) Mark Milley mengatakan bahwa invasi Rusia ke Ukraina akan mengerikan dan akan menelan sejumlah besar korban.

Jenderal Milley menggambarkan penumpukan 100.000 tentara Rusia di dekat perbatasan Ukraina sebagai yang terbesar sejak Perang Dingin. Namun Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan konflik masih bisa dihindari melalui penggunaan diplomasi.

Rusia membantah rencana untuk menyerang dan mengatakan dukungan AS untuk Ukraina adalah sebuah ancaman.

Baca Juga: AS Kerahkan Lebih Banyak Pasukan ke Eropa, Begini Respons Putin

Pada konferensi pers di Pentagon pada hari Jumat, Jenderal Milley, perwira militer paling senior di AS, memperingatkan bahwa skala pasukan Rusia di dekat perbatasannya dengan Ukraina berarti serangan akan memiliki konsekuensi yang parah.

"Jika itu dilepaskan ke Ukraina, itu akan menjadi signifikan, sangat signifikan, dan akan mengakibatkan sejumlah besar korban," kata ketua kepala staf gabungan seperti dikutip dari BBC, Sabtu (29/1)

Pertempuran di daerah perkotaan yang padat akan menjadi mengerikan, akan mengerikan, tambah Jenderal Milley.

Baca Juga: Rusia Kirim Sinyal Kuat: Kami Tidak Menginginkan Perang dengan Ukraina

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan AS berkomitmen untuk membantu Ukraina mempertahankan diri, termasuk dengan menyediakan lebih banyak persenjataan.

"Konflik tidak bisa dihindari. Masih ada waktu dan ruang untuk diplomasi," kata Austin, meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meredakan situasi.




TERBARU

[X]
×