kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Jepang dan Korsel kompak menyebut Korut menembakkan proyektil yang diduga rudal


Kamis, 31 Oktober 2019 / 16:11 WIB
Jepang dan Korsel kompak menyebut Korut menembakkan proyektil yang diduga rudal
ILUSTRASI. Misil Korea Utara. Jepang dan Korea Selatan kompak menyebut Korea Utara menembakan proyektil yang diduga rudal ke laut.

Sumber: Reuters | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Jepang dan Korea Selaran kompak menyebut Korea Utara telah menembakkan dua proyektil yang diduga rudal ke laut di antara semenanjung Korea dan Jepang pada hari ini.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan kedua proyektil tak dikenal ini ditembakkan Kamis sore waktu setempat dari Provinsi Phyongan Selatan.

Baca Juga: China meloloskan aturan kriptografi menyambut rilis mata uang digital

Dilansir dari Reuters, penjaga pantai Jepang mengatakan bahwa kedua proyektil tersebut diduga rudal, dan mendarat di luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang (ZEE), yang memanjang 200 mil laut atau sekitar 370 kilometer dari daratan.

Waktu peluncuran pada sore hari adalah sesuatu yang berbeda, yang biasanya dilakukan sekitar fajar.

Sebelumnya pada hari Rabu, kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa pergerakan peluncur menggunakan alat pengangkut (TEL) yang digunakan untuk menembakkan rudal, telah terdeteksi di kawasan Korea Utara.

Peluncuran pada hari Kamis ini terjadi di tengah negosiasi nuklir yang terhenti dengan Amerika Serikat dan ketegangan antara kedua negara di Semenanjung Korea ini.

Pada hari Minggu, Korea Utara mengatakan tidak ada kemajuan dalam hubungan dengan Amerika Serikat. 

Baca Juga: Ekonomi China tumbuh 6% di kuartal ketiga, terendah dalam hampir 30 tahun

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah menetapkan batas waktu pada akhir tahun untuk pembicaraan denuklirisasi dengan Washington, dan dalam pernyataan hari Minggu seorang pejabat senior Korea Utara mengatakan akan menjadi kesalahan bagi Amerika Serikat untuk mengabaikan tenggat waktu tersebut.




TERBARU

Close [X]
×