kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jepang peringatkan meningkatnya ketegangan militer di Taiwan bisa picu krisis


Selasa, 13 Juli 2021 / 22:46 WIB
ILUSTRASI. Kepal penjaga lepas pantai Jepang mencoba mengusir kapal China yang melewati perbatasan di sekitar wilayah Pulau Senkaku/Diaoyu. 8 Mei 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Wakil perdana menteri dan menteri keuangan Jepang, Taro Aso, bulan ini dalam pidato yang dilaporkan oleh media Jepang mengatakan Jepang harus bergabung dengan Amerika Serikat untuk mempertahankan Taiwan dari invasi apapun. Aso kemudian mengatakan segala kemungkinan atas Taiwan harus diselesaikan melalui dialog.

Ketika persaingan militer antara Amerika Serikat dan China semakin dalam, persaingan ekonomi mereka memicu perlombaan untuk memimpin dalam teknologi seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, dan komputasi kuantum.

Persaingan teknologi menimbulkan tantangan bagi Jepang karena ekonominya sangat bergantung pada hubungan bisnis dengan China seperti halnya dengan Amerika Serikat.

Jepang juga harus mengeluarkan banyak uang untuk mengimbangi pendanaan pemerintah untuk pengembangan teknologi di Amerika Serikat, Cina, dan Eropa.

Selanjutnya: Pejabat pertahanan Jepang: Sudah saatnya bangun dan melindungi Taiwan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×