kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Jerman dan AS minta Rusia tarik pasukan dari perbatasan Ukraina


Kamis, 15 April 2021 / 14:51 WIB
ILUSTRASI. Tentara Ukraina bersiap di posisinya di garis depan kota Novotoshkivske di wilayah Luhansk, Ukraina, Minggu (26/7/2020). Iryna Rybakova/Press Service of Ukrainian Defence Ministry/Handout via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Joe Biden meminta Rusia untuk menarik pasukan dari perbatasan Ukraina untuk mengurangi situasi di kawasan itu, juru bicara Pemerintah Jerman mengatakan pada Rabu (13 April).

Amerika Serikat dan NATO khawatir dengan penumpukan besar pasukan Rusia di dekat Ukraina dan di Krimea, semenanjung yang dicaplok Moskow dari Kyiv pada 2014 lalu.

Rusia dan Ukraina mengadakan latihan militer serentak pada Rabu, ketika menteri luar negeri dan menteri pertahanan NATO memulai diskusi darurat tentang pengumpulan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

Dalam pembicaraan lewat telepon, Merkel dan Biden membahas perkembangan terbaru di Timur Ukraina kemudian meminta Rusia untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga: Memanas, Ukraina sebut Rusia bakal simpan senjata nuklir di Krimea

"Kanselir Jerman dan Presiden AS setuju, Rusia harus mengurangi bala bantuan pasukan terbaru untuk meredakan situasi," kata juru bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert, seperti dikutip Reuters.

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan, Biden dan Merkel menyatakan keprihatinan tentang penumpukan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina dan di Krimea yang diduduki.

"Dan menegaskan kembali dukungan mereka untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina," sebut Gedung Putuh, seperti dilansir Reuters.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki menyebutkan, Biden telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (13 April) lalu untuk menekankan konsekuensi dari kegiatan Rusia.

Sementara sumber diplomatik Turki mengungkapkan kepada Reuters pada Rabu (14 April), Amerika Serikat telah membatalkan pengerahan dua kapal perang ke Laut Hitam.

Selanjutnya: Tegang! NATO kirim 40.000 pasukan dan 15.000 persenjataan ke dekat perbatasan Rusia




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×