Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - MANILA. Jollibee Foods Corp. berencana melakukan pemisahan unit bisnis internasionalnya. Setelah itu, pengelola restoran cepat saji ayam goreng ini akan mencatatkan saham anak usaha internasional tersebut bursa saham Amerika Serikat (AS).
Menurut pemberitaan Bloomberg, perusahaan ini menargetkan pencatatan bisa dilakukan pada akhir tahun 2027. Langkah ini diambil seiring dengan percepatan pengembangan merek global grup makanan cepat saji Filipina ini.
Selasa (6/1/2025), Jollibee mengatakan telah menunjuk penasihat internasional dan lokal untuk menentukan struktur, proses, dan waktu pemisahan serta potensi pencatatan di AS.
Baca Juga: Manuver Terbaru Taipan Filipina Lucio Tan, Siapkan IPO Unit Usaha Properti
Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Filipina, Jollibee Foods Corporation International akan mencakup semua bisnis perusahaan di luar Filipina. Jollibee Foods Corp. sendiri tetap akan mempertahankan pencatatan saham di bursa saham Filipina.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen Jollibee mengatakan, strategi membentuk dua bisnis yang terdaftar dilakukan untuk mempertajam fokus strategis masing-masing perusahaan. Langkah ini juga akan meningkatkan kejelasan ekuitas masing-masing.
Perdagangan saham Jollibee dihentikan dari pukul 09.30 hingga 10.30 waktu setempat untuk memberi waktu kepada pelaku pasar untuk mencerna pengumuman tersebut. Pada penutupan sesi perdagangan perdana, saham Jollibee naik 10,14% ke 202 peso.
Baca Juga: Siap-Siap, IPO Jumbo Grup Konglomerasi Tahun 2025, Salah Satunya Anak Usaha MDKA
Pemegang saham Jollibee nantinya akan menerima sejumlah saham di bisnis internasional yang setara dengan kepemilikan saham mereka di perusahaan pada saat pencatatan.
Jollibee memiliki beberapa merek, termasuk jaringan ikonik Jollibee, yang terkenal dengan spageti manis dan ayam goreng renyahnya.
Hingga September, perusahaan ini memiliki 10.304 gerai. 6.859 gerai di antaranya berada di luar negeri, di lebih dari 30 negara, termasuk China, Kanada, dan Vietnam.












