kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Jumlah kasus virus corona meroket 10 kali lipat, ini penyebab utamanya


Jumat, 14 Februari 2020 / 05:46 WIB
Jumlah kasus virus corona meroket 10 kali lipat, ini penyebab utamanya
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. China Daily via REUTERS

Sumber: South China Morning Post,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Provinsi Hubei melaporkan lonjakan kasus dan kematian baru setelah melakukan perubahan dalam kriteria diagnostik. Reuters memberitakan, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 59.804 kasus virus corona yang dikonfirmasi pada hari Rabu - setelah lonjakan 15.152 kasus baru karena perubahan dalam kriteria diagnostik.

Komisi Kesehatan China pada hari Kamis juga mengumumkan, jumlah korban tewas mencapai 1.367 di daratan China, dan 254 kematian baru dilaporkan pada hari Rabu.

Dari infeksi baru, 14.840 dilaporkan di Hubei - pusat epidemi virus corona, hampir 10 kali lipat jumlah yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Baca Juga: Presiden China: Kami bisa meminimalkan dampak wabah virus corona

Mengapa jumlah kasus virus corona bisa meroket?

Mengutip South China Morning Post, Provinsi Hubei melaporkan lonjakan kasus dan kematian baru yang dikonfirmasi setelah perubahan dalam kriteria diagnostik.

Kasus yang dikonfirmasi sekarang berdasarkan pada diagnosis klinis termasuk pemindaian CAT.

Komisi kesehatan Hubei mengatakan dalam pernyataan hariannya bahwa mereka telah mengubah kriteria diagnostik yang digunakan untuk mengkonfirmasi kasus, efektif Kamis. Ini berarti bahwa dokter memiliki keleluasaan lebih luas untuk menentukan pasien mana yang terinfeksi.

Baca Juga: Dampak virus corona, HSBC pangkas pertumbuhan ekonomi China jadi 4,1%

“Mulai hari ini dan seterusnya, kami akan memasukkan jumlah kasus yang didiagnosis secara klinis ke dalam jumlah kasus yang dikonfirmasi sehingga pasien dapat menerima perawatan tepat waktu,” kata otoritas kesehatan. Sebelumnya, pasien hanya dapat didiagnosis dengan tes kit, yang mengalami kekurangan pasokan di seluruh negeri.



TERBARU

[X]
×