kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.888   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Kabar baik buat pecinta anjing, China keluarkan anjing dari daftar hewan ternak


Kamis, 09 April 2020 / 23:30 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Rancangan pedoman yang terbit pada Rabu (8/4), yang telah Kementerian China buka untuk umum guna konsultasi publik, menyebutkan, ada 18 spesies ternak tradisional, termasuk sapi, babi, unggas, dan unta.

Kementerian Pertanian menambahkan 13 spesies "istimewa" yang juga akan terbebas dari pembatasan perdagangan hewan liar, termasuk rusa kutub, alpaka, burung pegar, burung unta, dan rubah.

Konsumsi anjing menjadi semakin tidak populer di China, dan Kota Shenzhen menjadi yang pertama melarangnya bulan lalu.

Baca Juga: Apakah anjing dan kucing bisa menularkan virus corona? Ini kata WHO

Tapi, Humane Society International, kelompok kesejahteraan hewan, memperkirakan, sekitar 10 juta anjing per tahun masih dibunuh di Cina untuk diambil dagingnya, termasuk hewan peliharaan yang dicuri.

Kota Yulin di Provinsi Guangxi mengadakan festival daging anjing tahunan setiap Juni.

"Rancangan pedoman ini bisa menjadi sinyal sebagai pengubah permainan bagi perlindungan hewan di China," kata Wendy Higgins, juru bicara Humane Society International, seperti dilansir Reuters.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×