kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kalahkan AS, China dominasi startup dengan status unicorn di dunia


Senin, 21 Oktober 2019 / 18:08 WIB
Kalahkan AS, China dominasi startup dengan status unicorn di dunia
ILUSTRASI. Logo Ant Financial ditampilkan di acara Ant Financial di Hong Kong, 1 November 2016.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China akhirnya mematahkan dominasi Amerika Serikat (AS). Saat ini, negeri tembok raksasa memiliki lebih banyak perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar dibanding negeri uak Sam.

Laporan perusahaan riset Hurun Report bertajuk Daftar Unicorn Global yang rilis Senin (21/10) menyebutkan, hingga Juni tahun ini, ada 206 perusahaan China dari total 494 startup global yang menyandang status unicorn.

Ini membuat China menjadi negara dengan jumlah startup unicorn terbanyak di dunia, dan AS berada di urutan kedua dengan 203 perusahaan.

Baca Juga: Ini rencana Tokopedia sebelum melakukan dual listing

"China dan AS mendominasi dengan lebih dari 80% unicorn yang dikenal di dunia, meskipun hanya mewakili setengah dari PDB dunia dan seperempat dari populasi dunia," kata Rupert Hoogewerf, Kepala Hurun Report, seperti dikutip Channelnewsasia.com.

"Sisa dunia perlu bangun untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan unicorn untuk berkembang," ujar dia.

Menurut Hurun Report, China adalah rumah bagi tiga unicorn paling berharga di dunia, yakni Ant Financial yang sebelumnya populer dengan nama Alipay, pembuat aplikasi ByteDance, dan raksasa ride-hailing Didi Chuxing. Valuasi ketiganya total mencapai US$ 280 miliar.

Nama-nama startup besar asal AS, seperti Airbnb dan operator ruang kerja bersama WeWork, juga masuk dalam daftar. Termasuk, startup yang kurang populer semacam perusahaan pengiriman pizza otomatis yang berbasis di California, Zume dan platform olahraga fantasi dari India, Dream11.

Menurut Hurun Report, ini pertama kali jumlah unicorn China yang dikonfirmasi para peneliti melampaui AS. Laporan perusahaan riset lain, Visual Capitalist, yang keluar Juni lalu hanya menemukan 94 unicorn dari China dibanding 156 asal AS, berdasarkan data per Mei 2019.

Perusahaan-perusahaan yang masuk daftar Hurun Report rata-rata berdiri tujuh tahun lalu. Dan, "Lebih dari setengahnya berasal dari lima industri yang mengganggu perekonomian dunia," sebut Hoogewerf.

Baca Juga: Gojek siapkan Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi menggantikan Nadiem Makarim

Industri e-commerce dan teknologi finansial (tekfin) merupakan sektor startup unicorn yang menguasai secara global, diikuti komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan logistik.

Selain itu, sejumlah perusahaan dalam daftar Hurun Report sebelumnya merupakan unit dari perusahaan besar yang kemudian dipisahkan.

"Perusahaan-perusahaan China adalah yang paling sukses dalam memintal unicorn, dengan 18 dari 20 unicorn yang dipisah," ujar Hoogewerf. "Alibaba, misalnya, yang memulai Alipay, sebelum memutar bisnis tekfinnya ke Ant Financial pada 2014".




TERBARU

Close [X]
×