kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Kapal perang Jerman menuju Laut China Selatan, apa yang terjadi?


Selasa, 03 Agustus 2021 / 06:22 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer. Sina Schuldt/Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Saat ini, Jerman berada di persimpangan antara misi keamanan dan kepentingan ekonominya karena China telah menjadi mitra dagang terpenting Berlin. Ekspor Jerman ke China telah membantu mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi terbesar di Eropa itu.

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer melakukan kunjungan ke pelabuhan Wilhelmshaven untuk melihat kapal perang fregat Bayern dalam perjalanan tujuh bulan yang akan membawanya ke Australia, Jepang, Korea Selatan dan Vietnam.

Kapal itu diperkirakan akan melintasi Laut China Selatan pada pertengahan Desember, dan menjadikannya sebagai kapal perang Jerman pertama yang melewati wilayah itu sejak 2002.

Baca Juga: Dua kapal perang Inggris dipastikan akan hadir secara permanen di perairan Asia

"Kami ingin hukum yang ada dihormati, rute laut dapat dilayari secara bebas, masyarakat terbuka dilindungi dan perdagangan mengikuti aturan yang adil," kata Kramp-Karrenbauer seperti yang dikutip Reuters.

Negara-negara termasuk Inggris, Prancis, Jepang, Australia, dan Selandia Baru, juga telah memperluas aktivitas mereka di Pasifik untuk melawan pengaruh China.

Selanjutnya: Militer China terbuka kemungkinan menyerang Taiwan dari segala penjuru




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×