kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Kapan YouTube akan cabut larangan saluran Trump? Ini jawaban bos YouTube


Jumat, 05 Maret 2021 / 04:50 WIB
ILUSTRASI. CEO YouTube Susan Wojcicki mengatakan pada hari Kamis (4/3/2021), larangan atas saluran Donald Trump akan dicabut ketika perusahaannya menilai risiko kekerasan telah menurun. REUTERS/Lucy Nicholson/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Juru bicara Trump Jason Miller tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Reuters memberitakan, penjagaan keamanan di sekitar Capitol sangat ketat pada hari Kamis setelah polisi memperingatkan bahwa kelompok milisi mungkin mencoba menyerang untuk menandai tanggal penting dalam kalender teori konspirasi QAnon yang tidak berdasar.

Baca Juga: Donald Trump menghasilkan Rp 22,4 triliun selama 4 tahun menjadi presiden AS

Berdasarkan kebijakan YouTube, jika akun memiliki tiga "teguran" dalam jangka waktu 90 hari, akun tersebut akan dihentikan. Penangguhan akun Trump, minimal seminggu, karena mendapatkan "teguran" pertama. YouTube juga menonaktifkan komentar di bawah video di saluran tersebut tanpa batas waktu.

Perusahaan media sosial besar berada di bawah tekanan untuk mengekang teori konspirasi, retorika kekerasan, dan pelanggaran lainnya di situs mereka.

Sebuah laporan dari Election Integrity Partnership, sebuah koalisi peneliti misinformasi, mengatakan dalam sebuah laporan minggu ini bahwa YouTube menyediakan ruang bagi misinformasi video untuk dibagikan dengan mudah di berbagai platform dan bahwa konten ini berfungsi untuk memberikan bukti untuk narasi yang menyesatkan.

Selanjutnya: Donald Trump tawari tumpangan pulang dengan Air Force One, Kim Jong Un menolak




TERBARU

[X]
×