kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kapan YouTube akan cabut larangan saluran Trump? Ini jawaban bos YouTube


Jumat, 05 Maret 2021 / 04:50 WIB
ILUSTRASI. CEO YouTube Susan Wojcicki mengatakan pada hari Kamis (4/3/2021), larangan atas saluran Donald Trump akan dicabut ketika perusahaannya menilai risiko kekerasan telah menurun. REUTERS/Lucy Nicholson/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Juru bicara Trump Jason Miller tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Reuters memberitakan, penjagaan keamanan di sekitar Capitol sangat ketat pada hari Kamis setelah polisi memperingatkan bahwa kelompok milisi mungkin mencoba menyerang untuk menandai tanggal penting dalam kalender teori konspirasi QAnon yang tidak berdasar.

Baca Juga: Donald Trump menghasilkan Rp 22,4 triliun selama 4 tahun menjadi presiden AS

Berdasarkan kebijakan YouTube, jika akun memiliki tiga "teguran" dalam jangka waktu 90 hari, akun tersebut akan dihentikan. Penangguhan akun Trump, minimal seminggu, karena mendapatkan "teguran" pertama. YouTube juga menonaktifkan komentar di bawah video di saluran tersebut tanpa batas waktu.

Perusahaan media sosial besar berada di bawah tekanan untuk mengekang teori konspirasi, retorika kekerasan, dan pelanggaran lainnya di situs mereka.

Sebuah laporan dari Election Integrity Partnership, sebuah koalisi peneliti misinformasi, mengatakan dalam sebuah laporan minggu ini bahwa YouTube menyediakan ruang bagi misinformasi video untuk dibagikan dengan mudah di berbagai platform dan bahwa konten ini berfungsi untuk memberikan bukti untuk narasi yang menyesatkan.

Selanjutnya: Donald Trump tawari tumpangan pulang dengan Air Force One, Kim Jong Un menolak




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×