kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Kasus corona melonjak, desakan ke PM Abe mengunci Jepang makin kuat


Selasa, 31 Maret 2020 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker wajah, setelah wabah virus corona baru, menikmati menonton bunga sakura di Prefektur Saitama, Jepang, 6 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Japang mencatat lebih dari 70 infeksi baru virus corona pada Selasa (31/3), tertinggi dalam satu hari, yang semakin mendesak Perdana Menteri Shinzo Abe untuk memerintahkan penguncian.

Kasus domestik virus corona di Jepang mencapai lebih dari 2.000. Dan, penyiar publik NHK mengatakan, sebanyak 78 kasus baru ada di Tokyo, Ibu Kota Jepang, yang membuat total infeksi melewati angka 500.

Menurut seorang juru bicara Pemerintah Jepang, Abe mengatakan kepada anggota kabinet, dia Taro Aso tidak akan lagi menghadiri pertemuan yang sama. Sebuah langkah untuk melindungi kepemimpinan Jepang dari infeksi yang bisa menghambat perjuangannya melawan virus.

Baca Juga: Kapal perusak Jepang tabrakan dengan kapal China

Langkah Abe itu datang ketika Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura menyatakan, Jepang belum berada dalam situasi yang memerlukan keadaan darurat yang memicu kemungkinan penguncian, meskipun situasinya genting.

"Kami baru saja menyatukannya," kata Nishimura kepada wartawan seperti dikutip Reuters. "Jika kita sedikit melonggarkan cengkeraman kita, tidak akan mengejutkan untuk melihat lonjakan tiba-tiba (dalam kasus)".




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×