kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.126   32,00   0,19%
  • IDX 7.443   135,73   1,86%
  • KOMPAS100 1.027   17,23   1,71%
  • LQ45 743   8,71   1,19%
  • ISSI 269   4,81   1,82%
  • IDX30 397   4,49   1,14%
  • IDXHIDIV20 486   5,88   1,22%
  • IDX80 115   1,58   1,39%
  • IDXV30 135   1,75   1,31%
  • IDXQ30 128   1,34   1,05%

Kasus Covid-19 di India bisa menembus angka 20 juta dalam 24 jam


Senin, 03 Mei 2021 / 14:37 WIB
ILUSTRASI. Seorang Naga Sadhu atau orang suci Hindu mengenakan masker sebelum berenang di sungai Gangga selama Shahi Snan di Kumbh Mela atau Festival Pitcher di Haridwar, India, 12 April 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Peringatan dini tentang kemunculan mutasi baru oleh forum penasihat ilmiah yang dibentuk oleh Pemerintah India pada awal Maret juga tidak ditanggapi dengan sigap oleh Modi dan jajarannya.

Beberapa ilmuwan dalam tim tersebut mengatakan, pemerintah federal tidak berusaha untuk memberlakukan pembatasan besar untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Meski menjadi produsen vaksin terbesar di dunia, India tidak memiliki cukup vaksin untuk dirinya sendiri. Saat ini, hanya sekitar 9% dari 1,4 miliar penduduknya yang telah menerima vaksin.

Kekurangan jumlah vaksin ini berpotensi menggagalkan rencana India untuk memulai program vaksinasi nasional pada Sabtu (8/5) nanti.

India telah berjuang untuk meningkatkan kapasitas melebihi 80 juta dosis sebulan karena kurangnya bahan baku dan kebakaran di Serum Institute, yang membuat vaksin AstraZeneca.

Saat ini, sudah ada banyak negara yang mengirimkan bantuan medis, mulai ventilator, oksigen, hingga tempat tidur medis untuk meringankan beban India.

Selanjutnya: Ringankan beban, Mesir kirim 30 ton bantuan medis ke India




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×