kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kasus Covid-19 di Singapura naik, gelembung perjalanan dari Hong Kong bisa tertunda


Sabtu, 15 Mei 2021 / 06:30 WIB
Kasus Covid-19 di Singapura naik, gelembung perjalanan dari Hong Kong bisa tertunda

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Pejabat Hong Kong mengatakan, gelembung perjalanan antara Hong Kong dan Singapura yang sedianya akan dibuka pada 26 Mei kemungkinan besar ditunda untuk kedua kalinya, menyusul merebaknya kasus Covid-19 di Singapura.

Mengutip Reuters, Sabtu (15/5), sebelumnya, gelembung perjalanan antara dua pusat keuangan utama Asia itu telah dijadwalkan pada November 2020, namun ditangguhkan setelah lonjakan kasus di Hong Kong.

Kali ini, Singapura yang mengalami peningkatan kasus.

"Menteri Singapura mengatakan kepada saya bahwa ada kemungkinan besar bahwa pengaturan gelembung mungkin tidak dapat dilanjutkan di bawah mekanisme yang disepakati," kata Sekretaris Perdagangan Hong Kong Edward Yau kepada wartawan setelah pembicaraan dengan seorang pejabat pemerintah Singapura.

"Tapi kami akan meninjau situasinya dalam beberapa hari mendatang."

Baca Juga: Kasus Covid-19 meningkat, Singapura perketat pembatasan aktivitas

Pengaturan tersebut akan memungkinkan penumpang untuk melakukan perjalanan antara dua kota tanpa harus menghabiskan waktu di karantina, asalkan tes tersebut negatif untuk virus sebelum keberangkatan dan setelah kedatangan.

Cathay Pacific Hong Kong dan Singapore Airlines akan menjadi maskapai penerbangan pertama.

Tetapi berdasarkan perjanjian, bubble akan ditangguhkan jika rata-rata pergerakan tujuh hari dari jumlah harian kasus Covid-19 di komunitas lebih dari lima untuk Singapura atau Hong Kong.

Kementerian kesehatan Singapura pada Kamis melaporkan 24 kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal, jumlah harian tertinggi sejak pertengahan September, dengan 17 di antaranya terkait dengan cluster di Bandara Changi-nya. Baca selengkapnya

Sebelumnya pada hari Jumat, Sekretaris Kesehatan Hong Kong Sophia Chan mengatakan orang yang tiba di kota dari Taiwan akan diminta untuk karantina di hotel yang ditunjuk selama 14 hari setelah kedatangan setelah peningkatan kasus domestik di sana.

Selanjutnya: EMERGING MARKETS: Bursa Singapura jatuh lebih 3% setelah perketat pembatasan

 




TERBARU

[X]
×